Breaking News:

Berita Surabaya

Pusat Perbelanjaan di Surabaya Diminta Batasi Jumlah Pengunjung, Pastikan Tak Ada yang Buka Masker

Mal atau pusat perbelanjaan di Kota Surabaya diminta menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah pengunjung.

TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Pengunjung menikmati suasana Royal Plaza Surabaya, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya meminta pemilik mal di Kota Surabaya untuk memastikan jumlah pengunjung dibatasi.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran bernomor 443/5684/436.8.4/2021 yang dikeluarkan Pemkot Surabaya dan ditujukan kepada pengelola/penanggung jawab mal atau pusat perbelanjaan.

Surat Edaran itu dimaksudkan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 di mal dan pusat perbelanjaan di Kota Surabaya.

Surat edaran ini ditandatangani Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto, Senin (3/5/2021).

Melalui SE tersebut, Pemkot Surabaya meminta pihak penanggung jawab mal atau pusat perbelanjaan di Kota Surabaya menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Mendekati Hari Raya Idul Fitri 2021, Jumlah Pengunjung Pusat Perbelanjaan di Kota Malang Meningkat

Hal ini sebagai implementasi Peraturan Wali Kota Surabaya No.67 Tahun 2020 yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Wali Kota Surabaya No. 10 Tahun 2021.

“Jadi, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan penyebaran Covid-19 di mal," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya.

Pada penerapannya, Febri mengungkapkan, pengelola pusat perbelanjaan diminta untuk dapat mengendalikan kapasitas jumlah orang.

Ini berlaku secara keseluruhan. Baik itu gerai, area makan, atrium, dan hall.

Maksimal jumlah pengunjung yang diperbolehkan hanya 50 persen dari kapasitas ruangan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Koloway
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved