Berita Tulungagung

Satu Pekerja Migran Asal Tulungagung Positif Covid-19, Anak dan Istrinya Ikut Isolasi di Surabaya

Seorang pekerja migran asal Tulungagung, NA dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani
istimewa
Pekerja migran didata ulang di Kantor Disnakertrans Tulungagung, Rabu (5/5/2021).. 

Reporter: David Yohanes | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Seorang pekerja migran asal Tulungagung, NA dinyatakan positif Covid-19 saat menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (5/5/2021).

NA wajib menjalani proses karantina lanjutan hingga nanti dinyatakan negatif.

Sementara istri dan tiga orang anaknya yang juga bersama-sama dia, juga menjalani isolasi.

“Empat orang satu keluarga ini batal dijemput pulang ke Tulungagung. Mereka masih menjalani isolasi di Asrama Haji,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Agus Santoso.

NA bersama keluarganya diketahui bekerja di Brunei Darussalam.

Mereka pulang karena kontraknya di negara penempatan telah habis.

NA adalah tenaga migran pertama asal Tulungagung yang dinyatakan positif Covid-19, saat kepulangan.

“Dia akan dilakukan swab seminggu lagi. Jika dinyatakan negatif, kami akan menjemputnya di Asrama Haji,” sambung Agus.

Hingga saat ini sudah ada 127 pekerja migran asal  Tulungagung yang tiba dari luar negeri.

Mereka adalah bagian dari 1204 para pekerja migran yang habis kontraknya para rentang April-Mei 2021.

Hari ini ada 15 orang pekerja migran asal Tulungagung yang akan dijemput, setelah menyelesaikan dua hari karantina.

“Kami menyiapkan hingga empat bus, menyesuaikan jumlah mereka. Sebab selama di kendaraan juga wajib menjaga jarak,” ujar Agus.

Sepulang dari AsramaHaji, para pekerja migran ini didata ulang di Kantor Disnakertrans.

Mereka kemudian dijemput  Forkopimcam masing-masing, serta pemerintah desanya.

Mereka lalu melanjutkan karantina selama tiga hari di tempat karantina di desa masing-masing.

Fasilitas karantina ini diadakan pemerintah desa, dengan pembiayaan dari Dana Desa (DD).

Jika mereka dinyatakan negatif pada tes usap selanjutnya, mereka boleh dijemput pihak keluarga.

Simak artikel lain terkait Pekerja Migran Indonesia, Kabupaten Tulungagung, Positif Covid-19

FOLLOW US:
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved