Breaking News:

Berita Malang

Pasar Murah di Stadion Gajayana Malang Dibatalkan Demi Cegah Kerumunan dan Penyebaran Covid-19

Pemerintah Kota Malang membatalkan pelaksanaan kegiatan pasar murah Ramadan 1422 Hijriah yang rencananya akan digelar di kawasan Stadion Gajayana.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Pemerintah Kota Malang membatalkan pelaksanaan kegiatan pasar murah Ramadan 1422 Hijriah yang rencananya akan digelar di kawasan Stadion Gajayana, karena berisiko menimbulkan kerumunan massa dan berpotensi menyebarkan virus corona jenis baru penyebab Covid-19. 

Reporter: Rifky Edgar | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang membatalkan pelaksanaan kegiatan pasar murah Ramadan 1422 Hijriah yang rencananya akan digelar di kawasan Stadion Gajayana, karena berisiko menimbulkan kerumunan massa dan berpotensi menyebarkan virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Keputusan untuk membatalkan pelaksanaan pasar murah yang semula direncanakan pada 7-8 Mei 2021 tersebu, berdasarkan hasil verifikasi tim di lapangan.

Ia menjelaskan pelaksanaan verifikasi lapangan tersebut dilakukan oleh tim dari Pemerintah Kota Malang pada lokasi yang direncanakan.

Verifikasi dan pemetaan tersebut, bertujuan untuk memastikan pola, dan aturan pergerakan warga saat berada di pasar murah.

Namun, kata Kabag Humas Pemkot Malang, M Nur Widianto, pergerakan masyarakat pada kegiatan pasar murah tersebut akan sulit diprediksi, terlebih bahan pangan yang dijual memiliki harga murah sehingga pelaksanaan protokol kesehatan pada kegiatan pasar murah tersebut dinilai cukup sulit.

"Sebelum dilaksanakan kan harus diverifikasi di lapangan ya. Diciba dipetakan, memungkinkan gak dengan pola-pola aturan pergerakan orang. Nampaknya pun itu sulit dilakukan," ucapnya pria yang akrab disapa Wiwid tersebut pada, Jumat (7/5).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) dan Tim Percepatan Inflasi Daerah (TPID) sebenarnya merupakan agenda rutin tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kota Malang.
Pasar murah tersebut menjual beragam bahan kebutuhan pokok seperti sembako dengan harga yang cukup murah.
Wiwid pun mengatakan, dalam verlap yang dilakukan tersebut juga dilakukan simulasi dan sejumlah skenario pergerakan orang sebelum menggelar pelaksanaan pasar murah tersebut.
Akan tetapi, melihat kondisi pandemi Covid-19 yang belum selesai, membuat pelaksanaan kegiatan pasar murah batal digelar.
"Memang pak Wali menekankan sebelum dieksekusi tolong di verlap disimulasi secara makro memungkin gak digelar dengan menghadirkan warga ketitik lokasi. Ternyata hasilnya pun sangat beresiko. Jadi berat untuk dilaksanakan dan akhirnya batal," tandasnya.

Hingga saat ini, di Kota Malang tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 6.436 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 5.810 orang dilaporkan telah sembuh, 582 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

Sebelumnya, ada rencana kegiatan pasar murah di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7-8 Mei 2021. Melalui surat yang ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Hadi Santoso, ada imbauan kepada masyarakat untuk partisipasi pada kegiatan tersebut.

Pelaksanaan pasar murah tersebut, bertujuan untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah, sebelum datangnya Idulfitri 1442 Hijriyah. Namun, pada akhirnya rencana tersebut dibatalkan karena ada risiko penyebaran COVID-19

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang sebelumnya telah menyatakan bahwa di kota tersebut tidak ada gejolak harga bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan signifikan. Harga bahan kebutuhan pokok untuk wilayah Kota Malang, terpantau cukup stabil.

Khusus untuk pasokan beras, Perum Bulog Cabang Malang memastikan stok dan pasokan dalam kondisi aman. Saat ini, Perum Bolog Cabang Malang tersebut menguasai stok beras kurang lebih mencapai 15 ribu ton, yang diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun 2021.

Simak artikel lain terkait Lebaran 2021, pandemi Covid-19, Pemkot Malang

FOLLOW US:

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved