Penyekatan di Surabaya

Stasiun Gubeng Alami Penurunan Jumlah Penumpang, hanya Layani 135 Orang Hari Pertama Larangan Mudik

Terjadi penurunan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Gubeng Surabaya sangat drastis pada hari pertama larangan mudik Lebaran 2021.

TRIBUNMADURA.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Suasana Stasiun Gubeng Surabaya, Kamis (6/5/2021) malam. 

Adapun bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan.

Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa/Lurah setempat.

“Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non mudik berlaku secara individual, untuk 1 kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,” tambah. Luqman.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, masih kata Luqman, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik juga tetap diharuskan menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Jadi, lanjutnya, petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun.

Adapun jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

“Pada intinya, kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas," katanya.

"Karena kita mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,” pungkas Luqman.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved