Breaking News:

Idul Fitri 2021

Jawa Timur Satu Persepsi Larang Mudik Lokal, Perjalanan Khusus Dibolehkan: Hanya dalam Satu Rayon

Pemerintah Pusat melalui Satgas Covid-19 menegaskan terkait larangan mudik lokal di kawasan aglomerasi yang sempat disebut diperbolehkan Kemenhub.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas Kepolisian dibantu anggota TNI, Satpol PP, dan Dishub melakukan pemeriksaan kendaraan pemudik di kawasan Weru, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021). Penyekatan tersebut sebagai bentuk antisipasi pemudik yang nekat pulang di tengah pelarangan mudik. 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Pusat melalui Satgas Covid-19 menegaskan terkait larangan mudik lokal di kawasan aglomerasi yang sempat disebut diperbolehkan oleh Kementerian Perhubungan.

Namun, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur Nyono menegaskan, Jawa Timur (Jatim) telah sepakat dan satu persepsi sejak diterbitkannya Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021. 

Bahwa segala bentuk kegiatan mudik, hukumnya adalah dilarang. Termasuk di kawasan aglomerasi sekalipun. 

“Kami sudah menegaskan di awal, sesuai aturan, mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Termasuk mudik di kawasan aglomerasi, jelas dilarang. Tidak ada mudik lokal, yang namanya mudik, semuanya dilarang,” tegas Nyono, Jumat (7/5/2021).

Wilayah aglomerasi di Jatim, adalah kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Yang disingkat dengan sebutan Gerbangkertasusila.

Baca juga: Polisi Tingkatkan Razia Knalpot Brong selama Ramadan di Gresik, 6 Motor Diamankan Polsek Wringinanom

Menurutnya, pembolehan aglomerasi yang sempat disampaikan pemerintah memang sempat membuat simpang siur.

Namun untuk Jatim, telah menegaskan bahwa aglomerasi juga dilarang mudik, atau mudik lokal. Terminologi mudik, semuanya dilarang. 

Sedangkan untuk pergerakan orang ataupun perjalanan memang masih dibolehkan, namun hanya untuk alasan yang sangat mendesak.

Seperti ada yang meninggal dunia, sedang sakit dan juga memiliki surat tugas untuk bekerja.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved