Breaking News:

Idul Fitri 2021

Tim Satgas Pusat Cek Kesiapan Ponorogo Tangani Covid-19 Saat Hari Raya Idul Fitri, Tekankan 4 Hal

Tim satgas Pusat turun ke Ponorogo. Kunjungan tim satgas dari Jakarta ini untuk menjalankan fungsi pengawasan kewilayahan dalam penanganan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 pusat, I Gede Mega Siparwitha meninjau Ruang Isolasi Desa Cekok, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jumat (7/5/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Tim satgas Covid-19 Pusat turun ke Ponorogo. Kunjungan tim satgas dari Jakarta ini untuk menjalankan fungsi pengawasan kewilayahan dalam penanganan Covid-19.

Utamanya dalam mengecek kesiapan daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 ini.

Yakni meliputi kewaspadaan kenaikan kasus, menekan persentase angka kematian, pembatasan mobilitas penduduk, dan pemaksimalan fungsi posko.

Baca juga: Soal Aksi Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Ponorogo, Satgas Pusat: Terpengaruh Perasaan Sayang

Selain ke Pusdalops BPBD Ponorogo, Tim Satgas Penanganan Covid-19 pusat juga berkesempatan meninjau ruang isolasi di Balai Desa Cekok, Kecamatan Babadan.

Dalam kunjungannya, Mega Siparwitha meminta Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo ikut mempertahankan tren positif penurunan kasus dengan melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Mikro.

"Dengan adanya kegiatan tersebut, angka positif Covid-19 menjadi turun," kata Mega, Jumat (7/5/2021).

Ia juga meminta Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo mengelola destinasi wisata dengan baik, terutama saat libur nasional.

Mega menjelaskan, saat ini dunia dalam masa krisis Covid, dalam 7 minggu kenaikan menjadi 7 persen dan angka kematian meningkat menjadi 5 persen.

"Alhamdulilah kita sudah mencapai puncak-puncaknya Covid, dan hari-hari ini sudah turun secara drastis, namun di berbagai negara lain saat ini menjadi puncak-puncaknya, seperti di India, Thailand dan Iran," ungkapnya.

Lonjakan kasus di berbagai negara terjadi karena adanya perayaan agama yang masyarakatnya tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19, sehingga peningkatan tidak terkontrol. 

Halaman
12
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved