Breaking News:

Berita Surabaya

Optimistis Arab Saudi Cabut Larangan Umrah pada 17 Mei 2021, Kementerian Agama RI Lakukan Upaya Ini

Kemenag-RI terus berupaya menjalin komunikasi terhadap pemerintahan Arab Saudi untuk segera mencabut larangan umrah.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
istimewa
Kedatangan jamaah umrah dari Indonesia disambut oleh pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang didampingi oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi, Minggu (1/11/2020) 

Pasalnya, ungkap Alya Fitra, justru Negara Arab Saudi, sejak awal tahun 2021 hingga kini masih menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Sehingga ini salah satu perkiraan kami kenapa Pemerintah Arab Saudi ini jadi agak ragu untuk memberikan kuota untuk haji maupun, membuka jalan umroh di sana," katanya dalam wawancara eksklusif via Zoom bersama TribunMadura.com Jumat (16/4/2021).

Hingga saat ini, pihak Kemenag-RI terus berupaya menjalin komunikasi terhadap pemerintahan Arab Saudi untuk segera mencabut larangan umrah.

Segala macam cara terus diupayakan oleh pihak Kemenag-RI. Termasuk bersurat secara resmi, atau mengirim anggota tim khusus untuk melakukan negosiasi atau lobby secara langsung dengan pihak pejabat kementerian haji Pemerintahan Arab Saudi.

Termasuk menginstruksikan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia Di Jeddah, di Kerajaan Arab Saudi, untuk senantiasa berkomunikasi secara berkala; setiap hari. Lalu melaporkannya kepada pihak Kemenag-RI, apa pun dan bagaimana pun hasilnya.

"Gimana ini ada perkembangan terkait dengan ini. Namun jawaban mereka juga tunggu pak kami masih belum bisa tembus juga ini untuk bocoran-bocoran informasi umrah maupun haji dibuka tahun ini," tuturnya.

Manakala dalam waktu dekat pelarangan itu dicabut. Alya Fitra tak menampik penyesuaian aturan baru bakal diberlakukan terhadap calon jamaah umrah, dimasa mendatang.

Seperti melampirkan hasil tes usap (Swab Test) melalui PCR, dengan tenggat waktu 3 x 24 jam sebelum kedatangan di Bandar Udara (Bandara) Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kemudian calon jamaah umrah yang baru tiba juga harus dipastikan telah divaksinasi Covid-19 yang ditunjukkan dari kartu barcode dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes-RI), dan vaksinasi tersebut dilakukan sepekan sebelum keberangkatan.

"Itu prosedur yang dipersyaratkan oleh pemerintah Saudi, otomatis kita juga harus melakukan itu. Jangan sampai nanti jemaah sampai sana suruh pulang," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved