Breaking News:

Berita Surabaya

Telanjur Gelar Pengajian, Pasutri Sepuh ini Menanggung Malu Karena Batal ke Tanah Suci sampai 4 Kali

Kakek dan nenek di Surabaya ini menanggung malu karena telanjur menggelar acara syukuran tapi batal berangkat ke Tanah Suci.

ThinkStock
Kabah di Mekkah 

Reporter: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pasangan suami istri, SMD (60) dan WTN (56) warga Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya ini, menjadi satu di antara sejumlah calon jemaah umrah yang batal berangkat ke Tanah Suci.

Bukan kali pertama, bagi pasangan suami istri ini, pembatalan keberangkatan umrah ke Tanah Suci menjadi kali keempat.

Sebelumnya, mereka sempat tiga kali gagal berangkat karena situasi pandemi Covid-19.

Saat itu, Pemerintah Arah Saudi melakukan pembatasan akses sementara, dengan melarang penerbangan dari 20 negara, termasuk Indonesia.

Rasa kecewa semakin terasa kala keduanya kembali mendengar pembatalan keberangkatan umrah untuk kali keempat.

Anak pasutri itu, Mohammad Rojab Nurul Abidin mengaku, ibunya sampai menangis setelah mendengar kabar rencana keberangkatan umrah kembali batal.

Perasaan malu tak lagi dapat disembunyikan. Apalagi, pada Jumat (9/4/2021) malam, jelang keberangkatan umrah keesokan hari, yakni Sabtu (10/4/2021), ibu dan bapaknya itu sempat menggelar acara syukuran; mulai dari pengajian, doa bersama dan membagikan makanan kepada para tetangga.

"Ya sedih, nangis ibu saya. Kalau memang begitu mending sejak awal enggak janjikan gitu, yang bikin sedih," ungkap dia.

"Karena ibu saya kan ya udah siapkan semuanya, acara pengajian juga. Ya malu sama tetangga-tetangga," katanya saat dihubungi TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Kamis (15/4/2021).

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved