Breaking News:

Berita Surabaya

Larangan Umrah Belum Dicabut, Kemenag Jatim Siap Jika Sewaktu-waktu Arab Saudi Nyalakan Lampu Hijau

Amphuri Jatim mencatat sekitar 12 Ribu orang calon jamaah umrah (CJU) asal Jatim tertunda keberangkatannya ke tanah suci selama masa pandemi Covid-19.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Elma Gloria Stevani
istimewa
Kedatangan jamaah umrah dari Indonesia disambut oleh pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang didampingi oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi, Minggu (1/11/2020) 

Reporter: Luhur Pambudi I Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim mencatat sekitar 12 Ribu orang calon jamaah umrah (CJU) asal Jatim tertunda keberangkatannya ke tanah suci selama masa pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 kemarin.

Meskipun Pemerintah Arab Saudi sempat kembali membuka akses layanan ibadah umrah pada Minggu (4/10/2020), dalam format program uji coba umrah masa pandemi Covid-19. Ternyata tak berhasil mengurangi banyak jumlah CJU yang mengantre. 

Pasalnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat oleh pihak penyelenggara umrah di Arab Saudi, yang belakangan menyebabkan CJU dikenai biaya tambahan sebagai kompensasi penerapan prokesnya. Menjadi sebab sejumlah CJU dalam daftar antrean menunda atau pun mengurungkan niatnya.

Alhasil, pihak Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag-RI) mencatat, program uji coba umrah tersebut hanya diikuti oleh 120 orang CJU. 

Sebelum akhirnya Pemerintah Arab Saudi kembali menutup akses layanan ibadah umrah untuk 20 negara termasuk Indonesia pada Rabu (3/2/2021) hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim, Mohammad Nurul Huda mengatakan, hingga saat ini aturan larangan berkunjung terhadap 20 belum juga dicabut oleh Pemerintah Arab Saudi.

Artinya, negara-negara tersebut; termasuk Indonesia, belum diperkenankan mengirimkan warganya untuk ibadah umrah atau pun haji.

Alasannya, ungkap Huda, Pemerintah Arab Saudi masih memperketat status darurat Pandemi Covid-19 menyusul kenaikan jumlah kasus penularan baru dan temuan kasus varian Covid-19 baru.

Kendati demikian, proses ibadah umrah di Arab Saudi, sudah bisa dilakukan, hanya khusus warga setempat atau ekspatriat yang telah tinggal menetap lama di Arab Saudi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved