Breaking News:

OTT KPK Bupati Nganjuk

Wabup Blitar Ungkap Ada Kejanggalan Kasus OTT Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Ini Penjelasannya

Kasus yang menimpa Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dinilai bukan termasuk OTT.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso 

Reporter: Aqwamit Torik | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso menanggapi kasus yang menimpa Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat.

Rahmat Santoso menilai, kasus yang menimpa Bupati Nganjuk tersebut bukan termasuk OTT.

"Kalau sehubungan adanya penemuan uang tunai sekitar Rp 600 juta di dalam brangkas pribadi Bupati Nganjuk, menurut saya atas penemuan uang tunai di dalam brangkas tidak masuk kategori Operasi Tangkap Tangan atau tertangkap basah melakukan suatu tindak pidana," kata Rahmad Santoso, Rabu (12/5/2021).

Menurut Rahmat Santoso, penemuan uang tunai yang ada di dalam brangkas Bupati Nganjuk bukan termasuk OTT.

Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) itu menambahkan, menyimpan uang di dalam brangkas bukan perbuatan yang melawan hukum.

Baca juga: Jika Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat Jadi Tersangka, DPRD Kemungkinan Batalkan Hak Interpelasi

Sementara itu, uang yang disimpan di dalam brankas jumlahnya juga masih dalam batas wajar, mengingat profesi Novi Rahman Hidayat juga seorang pengusaha sukses.

"Undang-undang sama sekali tidak melarang untuk memiliki brankas ataupun menyimpan uang tunai di dalam brankas," kata dia.

"Nilai dalam brangkas pribadi Bupati Nganjuk, saya nilai juga masih wajar, memperhatikan profil pribadi Bupati Nganjuk yang juga sebagai seorang pengusaha sukses, " ucap Rahmat Santoso yang juga menjabat Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Wabup Blitar itu juga mengingatkan untuk selalu menjunjung asas praduga tak bersalah dalam sebuah kasus hukum.

Halaman
12
Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved