Breaking News:

Berita Kediri

Heboh Camat Purwoasri Minta THR Rp 15 Juta ke Setiap Kades, Tak Berkutik saat Diciduk Bupati Kediri

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana temukan pungutan liar yang dilakukan oleh Camat Purwoasri untuk permintaan Tunjangan Hari Raya ( THR ).

TRIBUNMADURA.COM/FARID MUKARROM
Bupati Kediri Hanindhito Himawan saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) di Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Rabu (5/6/2021) 
Reporter: Farid Mukarrom | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana temukan pungutan liar yang dilakukan oleh Camat Purwoasri untuk permintaan Tunjangan Hari Raya ( THR ).

Hanindhito Himawan Pramana menggelar konferensi pers di Pendapa Panjalu Djayati pada Sabtu (15/5/2021).

Menurut Mas Dhito pangggilan akrabnya bahwa sebelumnya dirinya sudah mendapatkan informasi dari masyarakat akan adanya permintaan THR oleh Camat Purwoasri kepada Desa se Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

"Setelah saya dengar pada tanggal 4 Mei 2021, setelah buka puasa. Lalu saya telfon camat yang bersangkutan untuk menghentikan penarikan THR. Jika sudah terlanjur menarik, maka saya minta untuk dikembalikan," ujarnya Sabtu (15/5/2021).

Akan tetapi perintah itu tak dihiraukan oleh Camat Purwoasri inisial M. Ia justru terus melakukan penarikan uang ke setiap desa di Kecamatan Purwoasri.

"Kemudian besoknya saya temukan ada pengumpulan sejumlah uang total 15 juta rupiah," imbuhnya.

Saat ini pihak yang bersangkutan Camat Purwoasri inisial M sudah diberikan sanksi berupa pemindahan dan penurunan jabatan setingkat lebih rendah.

Mas Dhito juga mengimbau untuk seluruh Aparatur Sipil Negara yang ada di Kabupaten Kediri untuk tidak melakukan pungutan liar.

Berikut Kronologi secara lengkap ungkap kasus Camat Purwoasri lakukan pungutan liar untuk minta Tunjangan Hari Raya:

1. Pada tanggal 27 April 2021, Camat Purwoasri mengadakan rapat dengan para kepala desa se Kabupaten Kediri. Kemudian sebelum hari rapat dengan kepala desa, Camat M menanyakan ke Kasinya Pemberdayaan Masyarakat mengenai THR dari Desa.

2. Kemudian Kasi Pemberdayaan Masyarakat meneruskan permintaan camat  ini ke para Kepala Desa melalui Grup WhatsApp.

3. Menindaklanjuti arahan Camat Purwoasri, kemudian salah satu perangkat desa yakni Bendahara Desa di Kecamatan Purwoasri, mengajak bicara Kasi PMD Kecamatan untuk bahas mengenai nominal THR.

4. Hingga akhirnya pada tanggal 28 April 2021, disepakati angka sebesar 1 juta rupiah yang diserahkan kepada Camat Purwoasri.  Dari sebelumnya permintaan dari camat Purwoasri, meminta sejumlah 1.5 juta.

5. Selanjutnya Mas Dhito menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat mengenai pungli yang dilakukan oleh Camat Purwoasri.

6. Kemudian pada tanggal 5 Mei 2021, Mas Dhito menemukan transaksi yang dilakukan oleh Kasi PMD Kecamatan di Sebuah Balai Desa Ketawang Purwoasri dan menemukan uang sekitar 15 juta rupiah.

7. Saat ini pihak yang bersangkutan sudah dilakukan proses pemeriksaan oleh inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kediri.

8. Untuk sanksi yang diberikan ini ada dua macam. Pertama untuk Camat Purwoasri diberikan sanksi berat berupa pemindahan dan penurunan jabatan setingkat lebih rendah.

Sementara itu, untuk Kasi PMD Kecamatan diberikan penurunan pangkat lebih rendah jabatan selama 3 tahun.

Simak artikel lain terkait Tunjangan Hari Raya, Kabupaten Kediri, Lebaran 2021

FOLLOW US:

 

Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved