Breaking News:

Berita Ponorogo

BAHAYA Terbangkan Balon Udara Tanpa Awak, Sanksi Berat Menanti, Kapolres Ponorogo Beri Imbauan

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis memperingatkan agar masyarakat Ponorogo tidak menerbangkan balon udara tanpa awak.

istimewa/ Polres Ponorogo
Polres Ponorogo Mengamankan 33 unit Balon Udara dari warga, Kapolres Ponorogo berikan imbauan soal larangan balon udara 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Menerbangkan balon udara tanpa awak tampaknya menjadi kegiatan yang menarik bagi warga Ponorogo.

Namun, ternyata menerbangkan balon udara tanpa awak banyak menimbulkan bahaya. 

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis memperingatkan agar masyarakat Ponorogo tidak menerbangkan balon udara tanpa awak.

Menurut Azis hal tersebut sangat membahayakan bagi penerbangan pesawat terbang, memutus jaringan listrik, dan bisa memicu terjadinya kebakaran ketika jatuh di hutan dan rumah warga.

Baca juga: Razia Balon Udara dan Petasan Digencarkan Polres Ponorogo, Ketahuan Bisa Kena Sanksi Rp 200 Juta

"Sudah kita amankan beberapa hari ini, yang utama pasti akan kita proses secara hukum. Kalau tahun kemarin tidak bisa diproses hukum, tahun ini akan saya kawal, pasti kami proses," kata Azis, Minggu (16/5/2021).

Azis menjelaskan, pelaku penerbangan balon udara bisa dikenai pasal berlapis karena balon udara tanpa awak tersebut pasti diterbangkan disertai petasan.

"Untuk Handak (Bahan Peledak) yaitu petasan bisa dihukum 12 tahun penjara, kalau balon sesuai uu no 1 tahu 2009 tentang penerbangan bisa dihukum dua tahun, dan hukuman denda 200 juta," lanjutnya.

Hingga kini, Polres Ponorogo telah mengamankan 45 balon udara dan 9 orang tersangka.

"Satu RT sudah kita periksa, mulai dari yang membuat, menerbangkan sampai yang mendanai," terang Azis.

Polres Ponorogo juga berkoordinasi dengan Lanud Iswahjudi dan AirNav untuk melakukan penyidikan serta pemeriksaan kasus balon udara tanpa awak tersebut.

"Besok datang dari Jakarta dan Surabaya untuk melakukan penyidikan pemeriksaan," lanjut Azis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved