Breaking News:

Berita Madiun

Curhat Penjual Ketupat Imbas Larangan Mudik, Omzet Anjlok Hingga Lebih dari 50 Persen

Sejumlah penjual ketupat di Kota Madiun mengeluh omset penjualan ketupat turun lebih dari 50 persen, akibat kebijakan larangan mudik.

TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Totok Priyanto (40) seorang pembuat ketupat di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. 

Reporter: Rahadian Bagus | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Sejumlah penjual ketupat di Kota Madiun mengeluh omset penjualan ketupat turun lebih dari 50 persen, akibat kebijakan larangan mudik.

“Biasanya dalam sehari kami memproduksi 5000 ketupat. Namun lebaran kali ini kami hanya memproduksi 1.000 ketupat saja karena sepi pembeli,” kata Totok Priyanto (40) seorang pembuat ketupat di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (18/5/2021). 

Ayah dua anak ini mengaku sudah sekitar sepuluh tahun memproduksi ketupat setiap lebaran.

Selain ketupat, ia dan istrinya Yeti Setyorini (37), membuat lepet dan lontong, serta sayur lodeh dan opor ayam.

Sebelum pandemi Covid-19, setiap menjelang lebaran mereka selalu kebanjiran order hingga kewalahan.

Namun, karena pandemi Covid-19, permintaan ketupat menurun drastis.

Ia mengatakan, biasanya ia menjual satu biji ketupat yang sudah matang seharga dua ribu rupiah.

Biasanya para pembeli membeli satu ikat yang berisi sepuluh ketupat lengkap dengan sayur.

Para pembelinya adalah warga di sekitar tempat tinggalnya.

Selain itu, ada juga beberapa orang yang membeli untuk dijual kembali di pasar. (rbp)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved