Breaking News:

Berita Sampang

Dispendukcapil Sampang Dapat Suntikan Dana Ratusan Juta, Bisa Belanja 90 Ribu Keping Blangko KIA

Dispendukcapil Sampang mendapatkan suntikan dana ratusan juta untuk pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kantor pelayanan Dispendukcapil Sampang, Jalan Kusuma Bangsa Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (8/5/2020). 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dispendukcapil Sampang mendapatkan suntikan dana ratusan juta guna memenuhi pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Sampang, Madura.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dispendukcapil Sampang, Edi Subianto mengatakan, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran senilai Rp 600 juta.

Anggaran tersebut, kata dia, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat yang nantinya akan dibelanjakan untuk blangko KIA.

"Dari jumlah anggaran dapat membelanjakan blangko sebanyak 90 ribu keping," terangnya, Jumat (21/5/2021).

Ia menambahkan, pihaknya tidak langsung membelanjakan dana tersebut, sebab penggunaan blangko KIA tahun ini masih menggunakan sisa blangko pada tahun 2020.

Mengingat, sisa blanko tahun kemarin masih banyak, yakni tersisa 29.000 ribu keping.

Namun, sisa blangko itu tidak akan mencukupi kebutuhan anak yang masih belum memiliki KIA di Sampang, sehingga nantinya anggaran ratusan itu tetap akan dibelanjakan.

"Di tahun 2020, ada sebanyak 264.415 anak dan yang sudah memiliki KIA hanya 37.679 orang, jadi masih tercapai 14,27 persen dari jumlah yang ada," terangnya.

Disisi lain, dengan kondisi masih banyak anak yang belum memiliki KIA, dirinya mengaku akan mempercepat proses kepemilikan KIA melalui koordinasi dengan Cabang Dinas Pendididan (Cabdin) di Sampang dan Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Sekaligus langsung membuatkan KIA terhadap masyarakat yang hendak membuat Akte Kelahiran di Kantor Dispendukcapil Sampang.

"Untuk sekaligus pembuatan KIA dilakukan kepada anak usia di bawah lima tahun karena pembuatannya tanpa foto," ucapnya.

"Sedangkan anak usia di atas lima tahun harus melengkapi foto," imbuh dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved