Berita Pasuruan

Diduga Terlibat Pesta Sabu, 3 Oknum Polisi Probolinggo Digerebek di Vila Tretes Kabupaten Pasuruan

Polres Pasuruan menggerebek tiga oknum polisi yang diduga terlibat pesta sabu di salah satu vila kawasan tretes, Kecamatan Prigen, Rabu (19/5/2021).

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Elma Gloria Stevani
thenewsminute.com
Polres Pasuruan menggerebek tiga oknum polisi yang diduga terlibat pesta sabu di salah satu vila kawasan tretes, Kecamatan Prigen, Rabu (19/5/2021). 

Reporter: Tony Hermawan| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Satresnarkoba Polres Pasuruan menggerebek tiga oknum polisi yang diduga terlibat pesta sabu di salah satu vila kawasan tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Rabu (19/5/2021).

Dari informasi yang berhasil dihimpun TribunMadura.com, ketiga oknum polisi yang digerebek berinisial PT, SD, dan UD.

Penangkapan bermula saat SD digrebek ketika menginap di sebuah vila di Prigen.

Di dalam kamar SD ditemukan dalam keadaan teler bersama seorang warga sipil berinsial K karena pengaruh miras dan sabu-sabu. Sementara saat kamar vila digeledah ditemukan barang bukti berupa pipet kaca dan bong (alat hisab).

Setelah diintrogasi ternyata sebelumnya ada dua orang yang juga oknum anggota polisi diduga juga ikut berpesta. Mereka sama-sama bertugas di Polresta Probolinggo.

Baca juga: Remaja di Surabaya yang Tewas di Kamar Kos Ternyata Korban Pengeroyokan, Polisi Tangkap Dua Pelaku

Namun, mereka lolos dari penggerebekan sebab lebih dulu meninggalkan vila sebelum petugas datang.

Sekarang, nasib ketiga oknum polisi ini sedang diperiksa Propam Mapolresta Probolinggo. Sedangkan 1 orang warga sipil yang ditangkap sedang menjalani penyidikan di Mapolres Pasuruan.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Raden Muhammad Jauhari membenarkan terkait penangkapan ini. Namun, dia tak menjelaskan secara gamblang anggotanya memakai sabu atau tidak.

"Terkait permasalahan ini kami akan koordinasi dengan Polres Pasuruan, apabila ada keterlibatan oknum anggota kami akan ditindak tegas dengan hukuman terberat sesuai atensi dan arahan pimpinan dalam upaya pemberantasan narkoba," katanya.

Lebih lanjut, Jauhari mengaku belum bisa mengambil kebijakan terkait kasus tersebut. Sebab hasil pemeriksaan Propam belum keluar.

Namun ia mengaku sangat geram jika nanti anak buahnya terbukti menggunakan sabu-sabu. Sebab, ulah mereka mencoreng nama baik institusi. Bahkan, ia tak segan memberikan sanksi berat berupa pemecatan dengan tidak hormat dari anggota Polri.

"Apabila terbukti sanksi terberat yaitu pemecatan karena tidak ada toleransi bagi pelaku narkoba," pungkasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Sempat Cekcok, Remaja 18 Tahun di Siwalankerto Surabaya Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Simak artikel lain terkait Kabupaten Pasuruan, Penyalahgunaan Narkoba, oknum polisi

Simak artikel lain terkait Ikatan Cinta, Aldebaran, Amanda Manopo

FOLLOW US:

 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved