Breaking News:

Tersangka BOP Madin dan TPQ

BREAKING NEWS - Kejari Kota Pasuruan Tetapkan 5 Tersangka Kasus Dugaan Pemotongan BOP Madin dan TPQ

Diduga lima tersangka itu diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan pemotongan BOP untuk Madin dan TPQ.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Pegawai Kejari Kota Pasuruan saat membawa lima tersangka kasus dugaan pemotongan BOP Ponpes dan Madin di Kota Pasuruan. 

Reporter: Galih Lintartika | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan kini menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional (BOP) untuk Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Diniyah (Madin) dari Kementerian Agama di Kota Pasuruan, Kamis (28/5/2021) sore.

Diduga lima tersangka itu diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam kasus dugaan pemotongan BOP untuk Madin dan TPQ.

Kini, Kejari Kota Pasuruan juga sudah menahan 5 tersangka tersebut.

Sekadar diketahui, Kemenag mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,36 triliun untuk BOP Ponpes, Madin dan TPQ se - Indonesia ini. 

BOP ini untuk operasional lembaga pendidikan agama saat pandemi Covid-19. Penggunaannya untuk operasional dan pembelajaran daring pesantren.

Baca juga: Melalui Aplikasi E-Laksa, Masyarakat Bisa Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi hanya Lewat Ponsel

Tujuannya untuk membantu meringankan beban pesantren saat menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19.

Dalam juknisnya, BOP ini bisa diperuntukkan bagi pengadaan listrik, alat pelindung diri santri, hand sanitizer hingga renovasi tempat wudlu, dan lainnya. (lih)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved