NASIB MIRIS Siswi SMP Sumenep Meninggal Tragis Setelah 6 Jam Menikah, Keluarga Geram Kabar Hoaks 

Nasib miris dialami siswi SMP Sumenep yang meregang nyawa beberapa jam setelah melangsungkan pernikahan. Kabar hoaks bikin marah keluarga.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Mujib Anwar
shutterstock
Ilustrasi - miris dialami siswi SMP Sumenep yang meregang nyawa beberapa jam setelah melangsungkan pernikahan siri. Beredarnya kabar hoaks bikin marah keluarga. 

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tragedi dan nasib miris dialami seorang siswi SMP Sumenep berinisial AN. Dia harus meregang nyawa hanya beberapa jam setelah melangsungkan pernikahan siri.

Kejadian tersebut langsung membuat geger warga desa di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura.

Terlebih setelah munculnya kabar hoaks yang membuat keluarga AN marah, bahwa siswi SMP Sumenep meninggal usai akad nikah, karena bunuh diri.

AN melangsungkan pernikahan pada pukul 07.15 WIB dan meninggal enam jam setelahnya alias pukul 13.30 WIB. Dia meninggal di Puskesmas Arjasa setelah mendapat bantuan oksigen oleh perawat Puskesmas.

Simak berita selengkapnya berikut.

Warga Desa Kolo-kolo, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan tewasnya seorang siswi SMP, Selasa (25/5/2021).

Sebab, siswi yang duduk di bagku SMP di Kecamatan Arjasa itu meninggal hanya beberapa jam setelah mengikuti akad nikah.

Saat ditemukan, warna kulit perempuan asal Dusun Parse itu terlihat membiru dan mulutnya berbusa.

Siswi yang masih duduk di bangku kelas 9 ini berasal dari Desa Kolo-Kolo.

Sementara, sang suami berasal dari Desa Batu Tali, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Informasi yang diterima TribunMadura.com, peristiwa pernikahan siri yang membawa petaka ini berlangsung pada Selasa, (25/5/2021).

"Setelah dinikahkan siri sekitar pukul 07.00 WIB, siangnya ditemukan meninggal dunia dengan mulut berbusa," kata salah seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan, rumahnya tidak jauh dari kediaman siswi SMP tersebut, Jumat (28/5/2021).

Meski keluarga langsung membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Arjasa, namun nyawanya tidak terselamatkan.

"Tahun 2020 lalu juga sempat mau dinikahkan secara siri, namun anak perempuan itu menolak karena masih ingin sekolah," tambahnya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved