Breaking News:

Demo di Kantor DPMD Sumenep

BREAKING NEWS - Warga Geruduk Kantor DPMD Sumenep, Tuntut Dugaan Pemalsuan Data Bacalon Kades

Dengan dugaan pemalsuan data itu, warga Desa Payudan Daleman mendesak DPMD sebagai dinas terkait didesak bertindak tegas terhadap persoalan Pilkades

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Warga Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk demo di depan kantor DPMD Sumenep, Senin (31/5/2021). 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep Madura melakukan unjuk rasa di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep di Jalan Trunojoyo pada Senin (31/5/2021).

Mereka datang menuntut untuk terbuka  soal dugaan pemalsuan data bakal calon kepala Desa Payudan tahun 2021, pasalnya terdapat indikasi pemalsuan data oleh salah satu bacalon Kades yang mengaku salah satu perangkat desa dengan lampiran surat keterangan diduga palsu.

Pantauan TribunMadura.com di lokasi, puluhan warga ini membawa sejumlah poster berisikan protes.

Dengan dugaan pemalsuan data itu, warga Desa Payudan Daleman ini mendesak DPMD sebagai dinas terkait untuk bertindak tegas terhadap persoalan Pilkades di Desa Payudan Daleman tersebut.

"Pada dasarnya ada salah satu calon yang mendaftarkan diri sebagai Kades, namun tidak diloloskan oleh panitia dengan alasan menolak akibat berkas tersebut kuran," kata Koordinato massa, Robi dengan suara lantang.

Namun selanjutnya, ada salah satu bacalon Kades katanya, yakni istri dari mantan Kades payudan daleman.

Tapi anehnya, bacalon ini mengajukan surat pengunduran di ke panitia dan DPMD.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI, Siswi Sumenep Dirudapaksa hingga Rekrutmen CPNS 2021 Pamekasan

"Pengunduran diri itu dengan lampiran SK sudah berhenti sebagai Kadus,  setahu kami warga desa bacalon tersebut tidak pernah jadi Kadus Payudan Daleman," katanya.

"Dari itu kami curiga ada unsur nepotisme, antara mantan Kades, bacalon dengan lampirann SK itu dan DMPM. Itu palsu," ujarnya.

Para massa aksi dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polres Sumenep, dan terlihat Kepala DPMD Sumenep, Moh Ramli keluar untuk menemui massa aksi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved