Breaking News:

Berita Sampang

Curanmor dan Penadah Motor di Sampang Diringkus Polisi, Beraksi di Lima Lokasi Selama Tiga Hari

Dua spesialis curanmor tersebut diketahui beraksi di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terjadi dalam tiga hari berturut-turut.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Para tersangka terlibat kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di Sampang saat berada di Mapolres Sampang, Madura, Senin (31/5/2021). 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dua tersangka kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) beserta satu orang penadah di Kabupaten Sampang, Madura berhasil diringkus polisi setempat, Senin (31/5/2021).

Tak tanggung-tanggung, dua spesialis curanmor tersebut diketahui beraksi di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terjadi dalam tiga hari berturut-turut.

Mereka merupakan Gunawan Efendi Bin Abd. Mu’in dan Ali Mashuri Bin Jatim yang keduanya beralamatkan di Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Sampang.

Sedangkan satu tersangka penadah yakni, Moh. Nuri Bin Rido’i warga Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz mengatakan, bahwa perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan kali ini terjadi mulai rabu 26 Mei 2021 sampai jum’at 28 Mei 2021.

"Jadi aksi mereka berturut-turut selama tiga hari di lokasi yang berbeda," ujarnya.

Adapun, lima lokasi tersebut diantaranya Jalan Panglima Sudirman No I Kelurahan Dalpenang, Sampang (Bank BRI).

Kemudian, Jalan Jaksa Agung Suprapto Desa Tanggumong, dan Jalan KH. Hasyim Ashari.

"Termasuk di Dusun Torjun Desa Torjun Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang dan Puskesmas Kedungdung, Kecamatan Kedungdung, Sampang," terang AKBP Abdul Hafidz.

Ia menambahkan dari kejadian tersebut Satreskrim Polres Sampang berhasil mengamankan dan menyita barang bukti lima unit kendaraan sepeda motor.

Baca juga: Kapan Rekrutmen CPNS dan PPPK 2021 Dibuka? Simak Penjelasan BKN, ada Aturan yang Belum Ditetapkan

Serta empat buah BPKB, empat buah STNK, tuga kunci kontak sepeda motor, dua buah kunci palsu, satu buah remote sepeda motor honda PCX.

"Begitupun kami juga berhasil mengamankan dua buah anak kunci T, satu buah rumah kontak yang berisi patahan anak kunci T yang digunakan tiga tersangka saat beraksi," tuturnya.

Lebih lanjut, akibat dari perbuatannya dua tersangka Curanmor dijerat pasal 363 ayat (2) KUHP Pencurian Dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara.

"Untuk ersangka penadah Moh. Nuri Bin Rido’i di jerat Pasal 480 KUHP tentang Penadah atau Persekongkolan jahat dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved