Breaking News:

Berita Gresik

Call Center 110 Polri, Pusat Panggilan bagi Warga Laporkan Kejadian Kecelakaan hingga Kejahatan

Warga bisa melaporkan adanya kejadian kejahatan hingga kecelakaan ke call center 110

Penulis: Willy Abraham | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Posko call center 110 Polres Gresik, Selasa (1/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Warga Kabupaten Gresik bisa melaporkan adanya kejadian kejahatan hingga kecelakaan.

Caranya cukup mudah, warga bisa melaporkan adanya kejadian kejahatan hingga kecelakaan ke call center 110

Call center 110 ini berlaku untuk seluruh Polda di Indonesia.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto menyatakan, call center Polri 110 yang dilauncing sejak 20 Mei 2021 ini hadir untuk lebih cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kehadiran Layanan Contact Center 110 ini untuk memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap terselenggaranya layanan keamanan publik," ucapnya, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Ratusan Kaleng Minuman Berceceran ke Jalan, Truk Boks Terguling di Semarang, Sopir Hindari Kucing

Dalam penyelenggaraan layanan contact center, telah disiapkan sebuah sistem aplikasi yang dapat memungkinkan pencatatan atau perekaman setiap interaksi Polri dan masyarakat, sehingga dimungkinkan pengendalian respons kebutuhan masyarakat terhadap Polri.

Masyarakat yang melakukan panggilan ke nomor akses 110 akan langsung terhubung ke layanan informasi, pelaporan (kecelakaan, bencana, kerusuhan, dll) dan pengaduan (penghinaan, ancaman, kejahatan, tindak kekerasan dll).

Ia menghimbau, layanan 110 ini tidak dibuat main-main.

Jka nantinya terjadi seperti itu, pihak Polri tentu akan melacak masyarakat yang membuat laporan bohong.

Call Senter 110 ini membuka saluran via, telepon, sms, email, fax dan media sosial yang didukung oleh jaringan Telkom Group di Indonesia.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI, Penundaan Pendaftaran CPNS hingga Pemalsuan Data Bacalon Kades

Program ini merupakan kelanjutan dari tahap awal yang pernah dimulai pada tahun 2015 ini.

Semua unit mobil patroli dan aparat kepolisian yang bertugas di lapangan telah direkam dan terdeteksi secara GPS tempat petugas polisi polisi yang bertugas dari alat komunikasinya.

Semua pengaduan dan telepon dari masyarakat yang memakai HP atau telp rumah/umum akan terekam dan terlacak oleh GPS di semua Polres, Polda dan Mabes Polri.

"Pelayanan telpon dari masyarakat akan tersambung atau di angkat oleh petugas piket polisi pada polres terdekat," tutur dia.

"Kalau Polres tidak mengangkat panggilan telepon, maka sambungan telpon akan masuk di Polda. Dan kalau Polda tidak mengangkat, telpon ini akan tersambung ke Mabes Polri," pungkas Akpol lulusan 2001 tersebut. (wil)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved