Surabaya

Cuma Demi Konten, Kelompok Remaja di Surabaya Bahayakan Orang Lain, Bawa Samurai Keliling Jalanan

Sekelompok remaja Surabaya berkeliling membawa samurai sambil mengibas-ngibaskannya ke jalanan.

TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Kapolsek Tambaksari, Kompol M Akhyar menunjukan remaja DAN (16) pelaku tawuran antar geng di Surabaya, Selasa (1/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Remaja asal Surabaya, DAN (16) mengaku menyesal setelah ditangkap polisi.

Ia ditangkap karena membawa senjata tajam jenis samurai pada Minggu (30/5/2021) dini hari.

Remaja itu kedapatan berkeliling membawa samurai sambil mengibas-ngibaskannya bersama dua temannya.

Sesekali, ketiganya menyeret samurai ke aspal di sepanjang jalan Kedung Cowek hingga Kapas Madya, Surabaya.

Dari keterangan DAN, aksi itu hanya sebagai bahan konten mereka untuk diposting di status WhatsApp dan grup mereka.

"Buat menakut-nakuti saja. Sambil direkam sama teman saya. Terus dibuat status whatsapp," kata DAN kepada polisi, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Tawuran Antar Geng Remaja di Surabaya Memakan Korban Jiwa, Berawal Saling Tantang di Media Sosial

Ia mengaku, tak pernah membayangkan jika kemudian aksinya bisa saja membahayakan orang lain.

"Gak buat bacok beneran. Hanya buat konten aja. Buat nakut-nakutin lawan. Sumpah," imbuhnya.

Meski berdalih bikin konten, aksi DAN tak dibenarkan.

Kapolsek Tambaksari, Kompol M Akhyar memproses hukum pelajar SMA yang punya tato kecil di telapak tangannya itu.

"Membawa senjata tajam di ruang publik apalagi tujuannya untuk menakut nakuti lawannya itu tidak dibenarkan. Melanggar hukum," kata Akhyar.

Senjata jenis samurai sepanjang 90 cm itu memang belum sama sekali digunakan untuk menyerang kelompok geng FTR yang jadi lawan geng Official Brebet milik DAN.

Namun, tawuran itu bisa saja terjadi andai polisi lengah waktu mengantisipasi pertemua dua kelompok di Jalan Kapas Madya tersebut.

"Alhamdulillah berhasil kami halau. Ini yang bawa sajam kami tangkap dan proses," imbuhnya.

Akhyar berpesan agar anak Surabaya tidak lagi terlibat dalam aksi tawuran yang merugikan dirinya sendiri, orang tua, dan orang lain.

"Pelajar Surabaya, anak-anak Surabaya, arek-arek bonek yang jiwa setia kawannya tinggi. Jiwa kepeduliannya tinggi. Jangan dirusak dengan ulah tawuran begini," tutur dia.

"Kami imbau jangan lagi ada aksi tawuran kelompok geng di Surabaya. Sudah gak zaman. Belajar untuk masa depan yang lebih baik," tambah dia.

"Jika masih nekat akan kami proses hukum," tegas mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved