Berita Entertainment

Sempat Diprotes, Akhirnya Pemeran Zahra di Sinetron Suara Hati Istri Diganti, Ini Kata Kemen PPPA

Pihak Indosiar setuju untuk mengganti pemeran Zahra yang saat ini diperankan oleh Lea Ciarachel Forneaux dengan aktor lain.

Intagram@mettapermadi1989
Sebagai bentuk perpisahan, Lea Ciarachel mengunggah video adegan terakhir dirinya berperan sebagai 'Zahra'. 

Video unggahan Lea Ciarachel itu juga menampilkan wajah pemeran penggantinya, pemeran 'Zahra' akan digantikan oleh Hanna Kirana.

Berujung Pergantian Pemain Utama

Dikutip dari akun Instagram resmi KPI, @kpipusat, Indosiar akan mengganti pemeran Zahra.

Hal ini tertulis dalam unggahan terbaru berjudul, "Polemik Sinetron “Zahra”, Indosiar Akan Ganti Pemeran.

Dalam unggahan tersebut, KPI menerangkan, pihak Indosiar menerima segala kritikan publik terkait polemik ini dan bersedia bertanggung jawab dengan mengganti pemeran Zahra.

KPI telah meminta keterangan dari pihak Indosiar terkait polemik sinetron Suara Hati Istri.
KPI telah meminta keterangan dari pihak Indosiar terkait polemik sinetron Suara Hati Istri. (Instagram KPI)

"Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menerima klarifikasi dari stasiun televisi Indosiar tentang program siaran sinetron Suara Hati Istri yang mendapat banyak protes dari masyarakat lantaran menampilkan artis berusia 15 tahun berperan sebagai istri ketiga

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah menjelaskan, pihak Indosiar telah menerima semua masukan publik atas sinetron tersebut.

Tindak lanjut dari Indosiar ke depan adalah mengganti pemeran dalam tiga episode mendatang," tulis akun @kpipusat pada Rabu, (2/6/2021).

KemenPPPA Sebut Sinetron Zahra Langgar Hak Anak

Sinetron 'Suara Hati Istri: Zahra' yang ditayangkan oleh televisi Indosiar ikut disorot oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Kemen PPPA menyebut sinetron Zahra merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak anak dimana anak berusia 15 tahun diberikan peran sebagai istri ketiga dan dipoligami.

"Konten apapun yang ditayangkan oleh media penyiaran jangan hanya dilihat dari sisi hiburan semata, tapi juga harus memberi informasi, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat, terlebih bagi anak."

"Setiap tayangan harus ramah anak dan melindungi anak,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Menteri Bintang menegaskan, setiap tayangan yang disiarkan oleh media elektronik seperti televisi, seyogyanya mendukung program pemerintah dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan perkawinan anak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved