Breaking News:

Berita Malang

962 Calon Jemaah Haji Gagal ke Tanah Suci, Antrean Pemberangkatan Haji di Kota Malang Makin Panjang

962 calon jamaah haji gagal berangkat ke tanah suci. Dengan demikian, semakin panjang durasi antrean pemberangkatan haji di Kota Malang.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Elma Gloria Stevani
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Keputusan pembatalan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi membuat 962 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Malang gagal berangkat haji. 
Reporter: Kukuh Kurniawan | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi dibatalkan.

Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring pada Kamis (3/6/2021).

"Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya," kata Yaqut.

Keputusan pembatalan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi membuat 962 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Malang gagal berangkat haji.

Kasi Penyelenggara Haji Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Amsiyono mengatakan, semakin panjang durasi antrean pemberangkatan haji di Kota Malang.

Bila mendaftar haji tahun ini dengan asumsi tahun depan ada pelaksanaan haji, maka pendaftar haji tahun ini baru bisa berangkat pada tahun 2053.

"Untuk CJH yang rencananya berangkat tahun ini, sudah mengantri sejak tahun 2011. Kalau daftar porsi haji baru tahun ini, berangkatnya tahun 2053," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (5/6/2021).

Dirinya juga memahami kekhawatiran CJH bila terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti meninggal dunia sebelum bisa melaksanakan haji.

Menurutnya, bila CJH meninggal dunia, bisa digantikan oleh empat kelompok yang termasuk dalam kriteria ahli waris.

Tidak seperti tahun 2019 dan tahun tahun sebelumnya, yang hanya ada opsi pengembalian dana haji atau refund.

"Yang pertama, bisa diganti dengan suami atau istri. Kalau suaminya meninggal bisa diganti istri. Kemudian yang kedua, bapak atau ibunya yang bisa menggantikan. Kemudian yang ketiga, anak kandung bisa menggantikan. Yang keempat saudara kandung, itu juga bisa menggantikan," pungkasnya.

Simak artikel lain terkait Calon Jemaah Haji, Kota Malang, Kementerian Agama

FOLLOW US:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved