Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Kenaikan Kasus Covid-19 di Bangkalan Terjadi 14 Hari setelah Lebaran, Klaster Keluarga Mendominasi

Kenaikan kasus Covid-19 di Bangkalan secara signifikan terjadi pada minggu ke-22 (29 Mei 2021) atau 14 hari pasca Lebaran 2021.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Tim Satgas Penangana Covid-19 Jatim secara mendadak menggelar Rapat Koordinasi di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (06/6/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Terjadi kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan kasus Covid-19 di Bangkalan turut menjadi perhatian Pemkab Bangkalan hingga Pemprov Jatim.

Berdasar analisa Dinkes Bangkalan, kenaikan kasus Covid-19 di Bangkalan secara signifikan terjadi pada minggu ke-22 (29 Mei 2021) atau 14 hari pasca Lebaran 2021, dengan jumlah kasus sebanyak 203 kasus.

Artinya, terjadi transimisi lokal selama 14 hari sebelum tanggal sakit atau yang atau disebut masa inkubasi.

Hal itu diikuti dengan kasus meninggal sebanyak 40 kasus dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI, Lockdown RSUD Syamrabu Bangkalan hingga Pembubaran Orkes Dangdut

Per tanggal 24 Mei 2021, angka positif rate mencapai 41 persen, artinya dari 170 orang yang diperiksa ada 70 spesimen yang positif Covid-19.

“Izin melaporkan, sejauh ini klaster keluarga mendominasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudyo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 Jatim yang digelar secara mendadak di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (6/6/2021).

"Teman-teman nakes ( tenaga kesehatan) yang ada di Puskesmas Arosbaya itu jumlahnya sudah puluhan yang terpapar, kelelahan, bahkan salah seorang tenaga kesehatan kami kemarin, bidan senior meninggal karena Covid-19,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Umum RSUD Syamrabu Bangkalan, dr H Nunuk Kristianti terlihat hanya pasrah dengan beberapa kali mengulang kalimat bahwa pihaknya akan menuruti apa yang menjadi kebijakan Tim Satgas Penanganan Covid-19  Jatim terkait status RSUD Syamrabu ke depan.

Baca juga: Puluhan Nakes di Bangkalan Kelelahan, Tak Mampu Lagi Layani Maksimal Pasien, 50 Persennya Kini Sakit

“Bagaimana baiknya, kami ikuti saja. Sepertinya (kasusu Covid-19) terus bertambah dan ini saya mohon kebijakannya bagaimana, apakah kami mau dijadikan rumah sakit khusus Covid-19, kami ikut saja demi keselamatan pasien dan masyarakat,” kata Nunuk dengan nada pasrah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved