Breaking News:

Lockdown Wilayah Bangkalan

Puluhan Nakes di Bangkalan Kelelahan, Tak Mampu Lagi Layani Maksimal Pasien, 50 Persennya Kini Sakit

Tenaga kesehatan di Bangkalan mengalami kelelahan karena tidak hentinya menerima pasien Covid-19 yang membludak.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Tim Satgas Penangana Covid-19 Jatim secara mendadak menggelar Rapat Koordinasi di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (06/6/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudyo memaparkan kondisi terkini terkait perkembangan kasus Covid-19 di Bangkalan. Terutama lonjakan kasus di Kecamatan Arosbaya.

Sudyo mengungkapkan, klaster keluarga mendominasi kasus Covid-19 di Bangkalan.

Suara Sudyo sempat bergetar saat menuturkan kondisi para tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

“Izin melaporkan, sejauh ini klaster keluarga mendominasi," kata Sudyo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Penanganan Covid-19 Jatim yang digelar secara mendadak di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (6/6/2021).

"Teman-teman nakes ( tenaga kesehatan) yang ada di Puskesmas Arosbaya itu jumlahnya sudah puluhan yang terpapar, kelelahan, bahkan salah seorang tenaga kesehatan kami kemarin, bidan senior meninggal karena Covid-19,” ungkap dia.

Baca juga: Pangdam V Brawijaya Pantau Langsung Kondisi Bangkalan, Bantu Pemkab Tangani Kasus Virus Corona

Kondisi itulah yang memicu Dinkes Bangkalan akhirnya menerapkan kebijakan lockdown pada Puskesmas Arosbaya.

Kebijakan lockdown tengah diusulkan Yoyok, sapaan karib Sudyo, kepada Bupati Bangkalan untuk Puskesmas Tongguh Kecamatan Arosbaya, Puskesmas Klampis, Puskesmas Geger, Puskesmas Sepulu, dan Puskesmas Kota, yang terjadi lonjakan luar biasa kasus Covid-19.

Yoyok memaparkan, ketersediaan nakes di Ruang Rawat Inap dan UGD Puskesmas Tongguh Kecamatan Arosbaya hanya menyisakan empat orang.

Dengan jumlah itu, kata dia, tidak mungkin para tenaga kesehatan di sana untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

“Tenaga pelayanan hampir 50 persen sudah jatuh dalam keadaan sakit tapi belum terpapar," tutur dia.

Baca juga: Kepala Dinkes Jatim Minta Guyonan Tidak Ada Covid-19 di Madura Dihapus: Kita dalam Kondisi SOS

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved