Breaking News:

Ibu Muda Tewas Gantung Diri di Mojokerto

BREAKING NEWS - Ibu Muda di Mojokerto Tewas Gantung Diri di Kamar, Diduga Depresi Setelah Bercerai

Ibu muda ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya Dusun Wonosari, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Senin (07/06/2021).

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani
Shutterstock.com
Seorang ibu muda Ibu muda itu berinisial VP (25) ditemukan tewas gantung diri di kamarnya di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Jawa Timur. 

Reporter: Mohammad Romadoni| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Seorang ibu muda ditemukan tewas gantung diri di kamarnya di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Jawa Timur.

Ibu muda itu berinisial VP (25), asal Desa Waruberon, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo dan tinggal bersama keluarga.

Kapolsek Gondang, Iptu Saiful Isro menjelaskan berdasarkan kartu identitas korban bernama VP (25) dari Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Korban pulang ke rumah orang tuanya di Kabupaten Mojokerto setelah bercerai dari pasangannya.

 

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Bangkalan, DPRD Jatim Singgung Pentingnya Kerjasama Optimal Semua Elemen

"Korban ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi sudah meninggal di dalam kamarnya," jelasnya, Senin (7/6/2021).
Saiful mengatakan berdasarkan keterangan pihak keluarga terkait kronologi kejadian itu bermula saat orang tuanya meminta kakak ipar korban untuk membangunkan korban yang tidur di dalam kamar.
Mereka akhirnya mendobrak pintu kamar itu dan mendapati korban sudah meninggal dalam kondisi leher tergantung, sekitar pukul 06.00 WIB. 
"Kejadian ini diketahui setelah kakak Ipar korban mendobrak pintu kamar karena terkunci dari dalam dan mendapati korban sudah meninggal," ungkapnya.
Hasil pemeriksaan dan keterangan saksi  diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi setelah bercerai.
Diketahui, korban telah beberapa kali melukai diri sendiri bahkan melakukan upaya mengakhiri hidup.
"Korban yang meninggal memiliki satu anak," ucap Saiful.
Hasil identifikasi terhadap jenazah korban tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
Pihak Kepolisian kini mendalami terkait motif nekat bunuh diri tersebut.
"Penyelidikan terkait penyebab kematian korban lantaran keluarga menolak jenazah di autopsi dengan menyertakan surat pernyataan," pungkasnya. 
Perlu diketahui, bunuh diri dapat terjadi  ketika seseorang mengalami depresi dan tidak ada orang yang membantunya.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Karena Anda tidak sendiri.

 

Baca juga: Selain Jembatan Suramadu, Polda Jatim Juga Gelar Penyekatan dan Swab Massal di Pelabuhan Ujung-Kamal

Layanan konseling bisa menjadi pilihan  untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, bisa disimak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Simak artikel lain terkait bunuh diri, Kabupaten Mojokerto, gantung diri
FOLLOW US:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved