Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Ledakan Covid-19 di Bangkalan, 28 Ton Cairan Disinfektan Basahi Jalanan di Kawasan Zona Darurat

Polda Jatim mengirimkan bantuan tiga unit mobil AWC (Armoured Water Canon) ke Bangkalan untuk menyemprotkan 28 ton cairan disinfektan.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Mobil Armoured Water Canon (AWC) di jalur-jalur protokol Kecamatan Kota, Kecamatan Arosbaya, dan Kecamatan Klampis, Bangkalan, Senin (7/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sedikitnya 28.000 liter atau 28 ton cairan disinfektan disemprotkan melalui empat unit mobil Armoured Water Canon (AWC) di sejumlah jalan protokol Kecamatan Kota, Kecamatan Arosbaya, dan Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Senin (7/6/2021).

Pengerahan mobil-mobil AWC berkapasitas masing-masing 7.000 liter tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Polri kepada Pemkab Bangkalan dalam mengendalikan kasus Covid-19 di Bangkalan yang melonjak beberapa hari terakhir.

Polda Jatim mengirimkan bantuan tiga unit mobil AWC, melengkapi satu unit AWC milik Polres Bangkalan sebagai upaya menakan laju penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto mengungkapkan, back up dari Polda Jatim melalui tiga unit AWC dimanfaatkan untuk kemanusiaan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

“Penyemprotan dilakukan di jalan-jalan protokol kawasan yang terjadi peningkatan kasus Covid-19," kata Didik kepada Surya ( grup TribunMadura.com ).

Baca juga: Ledakan Covid di Bangkalan, Satgas Covid-19 Jatim Gelar Rapat Mendadak, Kecamatan Arosbaya Disorot

"Kebetulan dalam minggu-minggu ini ada peningkatan secara signifikan di tiga kecamatan; Kecamatan Kota, Arosbaya, dan Klampis,” ungkap dia.

Sebelumya, dalam rapat koordinasi secara mendadak yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Propinsi Jawa Timur di Pendapa Agung Bangkalan, Minggu (6/6/2021), Kecamatan Arosbaya memang menjadi bahasan utama.

Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudyo dalam paparannya di hadapan Komandan Korem 084/BJ Brigjen Herman, Kepala Dinkes Propinsi Jatim, Herlin Ferliana, dan Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni menyatakan telah memberlakukan lockdown Puseksemas Arosbaya.

Kebijakan itu ditempuh setelah Sudyo setelah puluhan tenaga kesehatan di Puskesmas Arosbaya terpapar, kelelahan, bahkan salah seorang bidan senior meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Kenaikan Kasus Covid-19 di Bangkalan Terjadi 14 Hari setelah Lebaran, Klaster Keluarga Mendominasi

Kebijakan lockdown Puskesmas Tongguh Kecamatan Arosbaya, Puskesmas Klampis, Puskesmas Geger, Puskeemas Sepulu, dan Puskesmas Kota juga tengah diusulkan Sudyo kepada Bupati Bangkalan.

Berdasarkan analisa Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan yang dipaparkan dalam rakor tersebut, kenaikan kasus secara signifikan terjadi pada minggu ke-22 (29 Mei 2021) yaitu 14 hari pasca Lebaran dengan jumlah kasus sebanyak 203 kasus.

Artinya terjadi transimisi lokal selama 14 hari sebelum tanggal sakit atau yang atau disebut masa inkubasi. Hal itu diikuti dengan kasus meninggal sebanyak 40 kasus dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

Per tanggal 24 Mei 2021, angka positif rate mencapai 41 persen, artinya dari 170 orang yang diperiksa ada 70 spesimen yang positif Covid-19.

Didik menjelaskan, pihaknya tidak hanya berhenti dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di jalanan, namun juga bersama Kodim 0829 Bangkalan melakukan penyemprotan disinfektan oleh Babhinsa dan Babhinkamtibmas di masing-masing PPKM Mikro.

“Kami terus melakukan penyemprotan setidaknya hingga 12 hari ke depan, hingga penyebaran Covid-19 di kabupaten kita betul-betul kita terkendali,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved