Breaking News:

Berita Surabaya

RS Lapangan Indrapura Kini Menampung 110 Pasien Covid-19, Masih Bisa Tampung hingga 290 Orang Lagi

RS Lapangan Indrapura Surabaya saat ini menampung 110 pasien dari total daya tampung sebanyak 400 bed.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Penanggung Jawab RS Lapangan Indrapura Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, dan Ketua PPKPC RSLI, Radian Jadid, dalam konferensi pers, Senin (7/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penanggung Jawab RS Lapangan Indrapura Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara memaparkan, ada 110 pasien dari total daya tampung RSLI sebanyak 400 bed.

"Jika pasien sudah 300, sesuai ketentuan WHO diangap penuh karena mencapai 70 persen kapasitas bed. Tentunya akan dilakukan langkah langkah lanjutan," kata dia dalam konferensi pers, Senin (7/6/2021).

Terkait perkembangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkonfirmasi Covid 19, lanjut dr Nalendra, data di Relawan Pendamping RS Lapangan Indrapura hingga saat ini setidaknya sudah 12.776 PMI masuk Jatim.

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu berasal dari Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Brunei.

"Sekarang RSLI sudah mulai menerima 1 pasien dari tempat kerja di Turki, artinya gelombang kedatangan dari Timur Tengah sudah mulai masuk, dan tetap perlu diwaspadai," ungkap dia.

Baca juga: Pasien Covid-19 asal Bangkalan Terindikasi Terpapar Varian Baru, Dirawat di RS Lapangan Indrapura

"Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi positif dan dikirimkan ke RSLI sejumlah 151 orang," tuturnya.

"Sesuai peraturan Kemenkes terbaru,mereka yang positif akan dilakukan penyembuhan dan isolasi minimal 14 hari, tergantung kondisinya, termasuk tes PCR negatif, dan akan dinyatakan sembuh dalam kewenangan Dokter Penanggungjawab Pasien," imbuhnya.

Mengantisipasi adanya varian baru, kata dr Nalendra, RSLI terus mengirimkan sampel untuk pasien yang patut diduga terpapar varian baru, apabila CT Value di bawah 25, sehingga bisa mendapatkan konfirmasi, dan validasi dari yang berwenang. Yaitu ITD dan Balitbangkes Jakarta pusat.

"Untuk sekarang ini sudah dikirimkan kembali sampel ke Balitbangkes dan ke ITD Kampus C Unair. Total 48 Sampel dan baru dikirimkan hasil berupa 5 specimen dengan hasil negatif tidak ada varian baru," katanya.

Baca juga: Tujuh Kelurahan di Kota Blitar Belum Laksanakan Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Ini Langkah Dinkes

"Rencana berikutnya akan dikirimkan 10 sampel baru, sehingga total sampel yang kita kirimkan menjadi 58 sampel," paparnya.

Kondisi pandemi di Indonesia sudah mulai naik di banyak tempat.

Kasus-kasus di Cilacap, Kudus, Lamongan,dan terakhir Bangkalan,menjadikan kita lebih waspada dan mawasdiri.

"Pandemi Covid belum berakhir,dan malah ada indikasi menuju gelombang kedua," tutur dia.

"Mari bersama sama tetap menerapkan protokol kesehatan dan tidak abai," tandasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved