Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Petugas Swab PCR Siaga di Titik Penyekatan, Volume Kendaraan di Akses Suramadu Sisi Madura Menurun

Pemeriksaan Swab PCR langsung dilakukan di Pos penyekatan, tepatnya di akses Suramadu Bangkalan, bagi para pengendara yang reaktif rapid test antigen.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Para tenaga kesehatan mengusir rasa lelah dengan cara berswafoto memanfaatkan waktu istirahat setelah disibukkan melakukan serangkaian rapid test antigen terhadap ribuan pengendara selama tiga hari penyekatan di akses Suramadu, Desa Petapan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/6/2021). 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pada hari ketiga penyekatan di pelataran sebuah ruko di akses Suramadu, Desa Petapan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan dilengkapi dua orang petugas Swab PCR dari Dr Soetomo, menempati tenda berukuran besar bertuliskan BPBD Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/6/2021).

Kepala Pengendali Pos Penyekatan, Iptu Sys Eko Purnomo mengungkapkan, pemeriksaan Swab PCR langsung dilakukan di lokasi penyekatan bagi para pengendara yang diketahui reaktif rapid test antigen.

“Tapu hasil (Swab PCR) baru diktahui besok. Jika hasil PCR nya positif terkonfirmasi, maka akan langsung dirawat hingga sembuh. Namun jika negatif, bisa langsung pulang,” ungkap Iptu Sys Eko Purnomo yang juga menjabat Kanit Lakalantas Polres Bangkalan itu kepada TribunMadura.com.

Baca juga: Polemik Pilkades Serentak 2021 di Desa Cabbiya Masih Bergulir, Ini Kata Ketua Komisi I DPRD Sumenep

Dari pukul 07.00 - 19.00 WIB, rapid test antigen telah dilakukan terhadapa sebanyak 1.009 pengendara.

Hasilnya 13 orang dinyatakan reaktif dan langsung dilakukan Swab PCR sebelum dibawa ke salah satu rumah sakit penyangga di Surabaya.

Sys menjelaskan, terjadi penurunan volume kendaraan di hari ketiga kegiatan pennyekatan di akses Suramadu sisi Madura. Hal itu dikarenakan, lanjutnya, masyarakat mulai berpikir dengan kesadarannya sendiri bahwa pentingnya penerapan secara ketat protokol kesehatana.

“Masyarakat mulai mengurangi keinginan keluar rumah kalau tidak penting. Mereka, khususnya yang mau ke Surabaya akhirnya menunda dengan pertimbangan kepentingan keselamatan bersama. Jadi mereka yang betul-betul penting yang berangkat. Sehingga jumlah penurunannya volume kendaraan sangat signifikan,” pungkasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bangkalan Terus Melonjak, DPRD Surabaya: Jangan Paksakan Pembelajaran Tatap Muka

Simak artikel lain terkait Covid-19 di Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura

FOLLOW JUGA:

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved