Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Pemprov Jatim, Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya Kirim Bantuan Nakes ke 4 Puskesmas di Bangkalan

Pemprov Jatim, Polda Jatim, dan Kodam V Brawijaya akan mengirimkan tenaga kesehatan ke empat Puskesmas di Kabupaten Bangkalan.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar rakor bersama TNI Polri dan juga Pemkab Bangkalan di Pemkab Bangkalan untuk merumuskan penanganan lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar rakor lintas sektor bersama TNI Polri dan Pemkab Bangkalan untuk merumuskan penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

Rabu (9/6/2021) malam, Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim menggelar rapat guna memutuskan beberapa langkah strategis untuk menangani lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

Dalam rapat yang digelar tertutup tersebut, diputuskan beberapa hal.

Yang pertama, Pemprov Jatim, Polda Jatim, dan Kodam V Brawijaya akan mengirimkan tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat untuk menyokong minimnya nakes di empat Puskesmas di Kabupaten Bangkalan.

Hal itu dilakukan karena banyak nakes di empat Puskesmas tersebut yang telah terpapar covid-19.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Warga Diimbau Tak Toron hingga Rapid Test di Arek Lancor Pamekasan

Sebagaimana diketahui lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan banyak menyerang tenaga kesehatan.

Di Puskesmas Klampis misalnya, dari 99 tenaga kesehatan yang dilakukan tes PCR, ternyata ditemukan 46 tenaga kesehatan yang positif covid-19.

Sebagaimana dikatakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, pengiriman nakes dari Pemprov Jawa Timur, Polda Jawa Timur, dan juga Kodam V Brawijaya ini dilakukan guna memastikan agar tidak ada layanan kesehatan yang terganggu akibat lonjakan kasus covid-19.

"Sekarang sedang disiapkan untuk mengirimkan tenaga kesehatan, dokter dan perawat di tiga Puskesmas di Arosbaya, di Klampis dan di Geger. Dan tadi Pak Bupati usul juga ditambahkan untuk puskesmas Kecamatan Bangkalan," kata Khofifah, dalam wawancara dengan media.

"Karena kita ingin memberikan kepastian bahwa layanan kesehatan harus tetap jalan terutama untuk rawat jalan di Puskesmas Puskesmas tersebut," sambung dia.

Oleh sebab itu, usai rakor dengan pimpinan dan forkopimda ini, rapat masih diteruskan untuk membahas secara teknis berapa kebutuhan tenaga kesehatan di empat lokasi puskesmas tersebut.

Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah bahwa pengiriman tenaga kesehatan ini juga akan dilakukan dengan pemetaan distribusi pasien dan juga tenaga kesehatan di rumah sakit rumah sakit rujukan covid 19 di Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui bahwa Jawa Timur One Gate sistem dalam distribusi pasien ke rumah sakit rujukan covid-19.

Maka distribusi tenaga kesehatan juga akan dilakukan berdasarkan prinsip jumlah keterisian pasien di rumah sakit rujukan, yang juga berkorelasi dengan beban tenaga kesehatan di setiap rumah sakit rujukan covid-19.

"Makanya malam ini juga akan dibahas termasuk bagaimana teknisnya mereka para nakes bisa bisa mendapatkan penugasan di empat puskesmas Kecamatan di Bangkalan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved