Virus Corona di Bangkalan

Tekan Kasus Covid-19 di Bangkalan, Relawan Lakukan Pendekatan Masyarakat dari Sisi Non Medis

Ketua Relawan RS Lapangan Indrapura aktivis kemanusiaan Jatim dan beberapa relawan bergandengan menanggulangi pandemi Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Suasana Pertemuan antara Ketua Relawan Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya Radian Jadid bersama aktivis kemanusiaan Jatim Nadia Bafagih, dengan KH Imam Hidayat, dan beberapa jajaran pengurus Baznas, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Ketua Relawan RS Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Radian Jadid bersama Nadia Bafagih, aktivis kemanusiaan Jatim dan beberapa relawan lainnya berinisiatif menggandeng potensi yang ada di masyarakat untuk bergotong royong menanggulangi pandemi Covid-19 dari sisi pendekatan non-medis.

Mereka menuju ke Sekretariat Baznas di Kompleks Masjid Agung Bangkalan untuk berkoordinasi dengan Baznas dalam rangka merencanakan bantuan penanganan pandemi, Kamis (10/6/2021).

Selanjutnya, dilakukan upaya merancang aktifitas serta langkah yang bisa dikolaborasikan oleh KH Imam Hidayat dan beberapa jajaran pengurus Baznas melakukan pemetaan kondisi lingkungan dan potensi yang bisa didayagunakan.

Nadia Bafagih memaparkan, beberapa usulan dan konsep dari relawan. Diantaranya tentang pentingnya edukasi pada masyarakat awam terkait pemahaman Covid.

Masyarakat hendaknya disadarkan kembali pentingnya menjaga diri dan keluarga untuk terhindar dari virus yang saat ini menyebar dengan cepat di sebagian Kabupaten Bangkalan, yaitu Arosbaya, Geger, dan Klampis.

Baca juga: Dalam Semalam, Pasien Covid-19 yang Dirujuk ke RS Lapangan Indrapura Surabaya Bertambah 17 Orang

"Kondisi ini membutuhkan percepatan dalam penanganannya, mengingat situasi yang kedaruratan serta membutuhkan peran dan dukungan dari banyak pihak diluar faskes setempat," ujarnya.

Secara intensif, lanjut Nadia, mengedukasi masyarakat mau menggunakan masker dan mengubah kebiasaan pemahaman stigma yang ada dalam bahwa Covid 19 tidak ada sama sekali.

Ini juga sekaligus mengubah candaan yang selama ini beredar dan melenakan warga. Yaitu Covid 19 tidak ada di Madura.

Dengan kondisi kejadian luar biasa covid di Bangkalan hendaknya dijadikan koreksi dan introspeksi diri bagi yang masih meragukannya.

"Dengan kultur yang ada di Bangkalan, pelibatan dan pengutamaan Baznas Bangkalan sebagai garda depan dalam pelaksanaan berbagai program tersebut adalah pilihan yang tepat," ucap dia.

Baca juga: Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya Cek Kesiapan Pemkab Sumenep Laksanakan Vaksinasi Covid Massal

"Mengkoordinasikan para tokoh masyarakat atau agama di kampung dapat direncanakan dan dijalankan berbagai aktifitas dalam bentuk kampanye hidup sehat," jelasnya.

Tidak kalah penting, tuntas Nadia, adalah upaya penguatan dan peningkatan imunitas melalui asupan makanan bergizi serta rasa gembira dan suasana keseharian yang tenang dan senang akan dapat berkontribusi bagi ketangguhan masyarakat menghadapi pandemi, khususnya di Bangkalan.

"Mengingat kondisi yang ada urgen dan membutuhkan penangan dengan segera, semua pihak yang hadir sepakat untuk menyegerakan pelaksanaan program tersebut," katanya.

"Perencanaan ini akan dituntaskan dalam minggu ini, sehingga harapannya minggu depan sudah bisa dimulai," pungkasnya.

Sementara itu, KH Imam sangat mengapresiasi atas pertemuan tersebut.

Peran relawan dalam turut serta menanggulangi permasalahan Covid-19 sangat berperan besar membangkitkan potensi yang ada.

"Nantinya, apabila direkomendasikan dan difasilitasi oleh Baznas Bangkalan diharapkan akan bisa memberikan perubahan yang berarti, khususnya dalam percepatan penanggulangan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved