Breaking News:

Berita Pamekasan

Hampir Seribu CJH Pamekasan Gagal Berangkat Haji Tahun 2021, Kemenag Pastikan Dana CJH aman

Rinciannya, 982 CJH di Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur yang terpaksa hanya bisa mengelus dada tak bisa berangkat haji.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Jemaah Haji dan Umrah Pamekasan saat berada di tanah suci Makkah, Arab Saudi sebelum pandemi datang 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sekitar hampir seribu Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Pamekasan gagal berangkat haji pada tahun 2021.

Rinciannya, 982 CJH di Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur yang terpaksa hanya bisa mengelus dada tak bisa berangkat haji.

Diketahui, penyebabnya karena negara Arab Saudi yang belum memberikan kepastian terkait CJH terhadap Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Afandi mengatakan, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah mengambil keputusan perihal pemberangkatan haji tahun 2021.

Keputusan itu berbunyi, pemberangkatan haji tahun ini tidaklah diselenggarakan atau tidak mengirim jemaah haji tahun 2021 dari Indonesia.

"Keputusan itu diambil oleh Kemenag RI, setelah melalui kajian-kajian dan masukan-masukan dari lembaga internal dan lembaga resmi melalui MUI, NU dan Muhammadiyah," kata Afandi kepada TribunMadura.com, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Kemenag Batalkan Haji, 1.646 CJH Asal Kabupaten Lamongan Gagal Berangkat Ibadah Haji Tahun Ini

Menurut dia, Negara Arab Saudi, hingga saat ini masih belum  memberikan kepastian kuota terhadap sejumlah negara yang setiap tahun mengirimkan jemaah, termasuk Negara Indonesia. 

Hal itu berdasarkan mepetnya waktu penyelenggaraan haji tahun 2021 ini.

"Untuk persiapan-persiapan yang sifatnya akomodasi menjadi sesuatu yang dipertimbangkan," bebernya.

"Katakanlah seperti transportasi, masalah penginapan, usaha catering dan bagaimana juga persiapan kepanitiaan di Arab Saudi, yang notabennya adalah kepanitiaan di Arab Saudi itu diambil dari tenaga musiman," tambahnya.

Kata Afandi, setelah ditetapkannya pembatalan haji tahun ini, lalu muncul beberapa pertanyaan dari masyarakat (calon jemaah haji) perihal dana haji, baik mengenai pendaftaran dan pelunasan haji.

"Terkait dengan pendaftaran dan pelunasan haji itu maka bisa kami pastikan aman dan lain-lain yang dikelola oleh BPKH kami tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut, karena itu merupakan hak otoritas dari BPKH," tegas mantan aktivis HMI itu.

"Tentu saja beberapa kesempatan, bahwa BPKH sudah melaksanakan kegiatan dialog di TV dan itu kan bisa diambil sebuah pencerahan daripada penjelasan Gus Menteri tentang dana haji pendaftaran dan pelunasan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved