Breaking News:

Madura United

Pelatih Madura United Akui Kantongi Banyak Catatan Timnya ketika Latihan Bersama Putra Jombang

Pelatih Madura United Rahmad Darmawan (RD) mengakui menemukan banyak catatan di timnya saat menggelar latihan bersama Putra Jombang.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Elma Gloria Stevani
Madura United
Pemain Madura United berduel dengan pemain Putra Jombang dalam latihan bersama di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (11/6/2021). 

Reporter: Khairul Amin | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pelatih Madura United Rahmad Darmawan (RD) mengakui menemukan banyak catatan di timnya saat menggelar latihan bersama Putra Jombang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (11/6/2021).

Terutama berkaitan dengan transisi bertahan ke menyerang yang terjadi cukup terlambat.

Hal itu tidak ditemui pada latihan bersama dengan tiga klub sebelum saat hadapi Madura United U-20, Pra Porprov Pamekasan dan Malang United.

Akibat adanya kekosongan tersebut, Rahmad Darmawan katakan sering terlambat didalam mensuport sisi penyerangan.

"Artinya ada struktur yang salah di tim ini pada saat mau menyerang. Memang itu yang akan jadi latihan saya," tegas pelatih asal Lampung itu.

Mengenai kualitas lawan yang terus meningkat setidaknya bisa dilihat dari skor yang didapat, Madura United hanya bisa menang 4-0 meski lawan yang dihadapi kali ini juga merupakan tim kontestan Liga 3 Jatim.

Berbeda jauh dengan skor yang didapat latihan bersama sebelumnya hadali Malang United yang menang dengan skor di atas satu lusin.

"Pasti ada evaluasi, terutama proses transisi dari bertahan ke menyerang begitu lambat," jelas Rahmad Darmawan.

"Tapi sisi pertahanan kita ok, hanya satu-dua kesalahan yang buat saya masih bisa tolerir, tapi pada saat kami harus mengambil inisiatif menyerang, banyak sekali keterlambatan untuk mengambil keputusan," paparnya.

Ia juga bisa memaklumi penurunan yang diperlihatkan strikernya, Silvio Escobar, kesulitan mencetak gol pada laga kali ini.

"Ada banyak faktor penyebab, pasti kan berbeda kemarin main hari ini main lagi, secara kualitas fisik pasti berbeda," jelasnya.

"Tapi secara keseluruhan hanya faktor tadi yang saya bilang, jarak antara lini depan  dan tengah terlalu jauh pada saat kami membangun serangan, dan itu gak boleh terjadi," pungkas mantan pelatih timnas Indonesia itu.

 

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved