Virus Corona di Bangkalan

Antrean Rapid Test Antigen di Jembatan Suramadu Sepi, Pemkot Surabaya: Edukasi Masyarakat Berhasil

Sekira pukul pukul 17.15 WIB banyak kursi-kursi yang disiapkan untuk antrean warga di Jembatan Suramadu yang hendak rapid test antigen terlihat kosong

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Banyak kursi-kursi yang disiapkan untuk antrean warga di Jembatan Suramadu yang hendak rapid test antigen terlihat kosong, Minggu (13/6/2021). 

Reporter: Luhur Pambudi| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Banyak kursi antrean rapid test antigen di posko Kesehatan, Jembatan Suramadu, sisi Surabaya, terpantau kosong pada hari kesembilan tes kesehatan antisipasi Covid-19, Minggu (13/6/2021).

Di tiga area layanan rapid test antigen yang disediakan petugas, terpantau banyak kursi kosong di area tunggu antrean pengendara, sekitar pukul 14.30 WIB hingga pukul 17.15 WIB.

Beberapa regu tenaga kesehatan (Nakes) berseragam alat pelindung diri (APD); Hazmat, tampak menunggu kedatangan para pengendara.

Untuk memecah kebosanan, beberapa dari mereka memanfaatkan waktu lengang itu untuk mengobrol.

Pemandangan yang lengang semacam itu, tentunya begitu berbeda dengan suasana proses tes kesehatan pengendara dari arah Bangkalan, Madura, yang berlangsung pada Minggu (6/6/2021) pekan lalu. 

Ratusan pengendara tampak mengantre giliran untuk dipanggil namanya guna menjalani rapid test antigen.

Kursi tunggu yang disediakan oleh petugas, penuh.

Saking panjangnya, banyak pengendara yang terpaksa berdiri menanti namanya dipanggil oleh anggota tim nakes.

Tak pelak, petugas nakes pun dipacu untuk mempercepat kinerja.

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menganggap berkurangnya antrean pengendara itu disebabkan oleh mulai berkurangnya mobilitas masyarakat yang melintas di Jembatan Suramadu, dari arah Madura menuju Surabaya.

"Terkait banyaknya kursi swab yang kosong dapat dihubungkan dengan relatif berkurangnya mobilitas masyarakat yang melewati Jembatan Suramadu," katanya saat dihubungi TribunMadura.com, Minggu (13/6/2021).

Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Karena memang minimnya mobilitas masyarakat mengakses Jembatan Suramadu, pada akhir pekan atau hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu.

Atau, dikarenakan pula, lanjut Irvan, oleh adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk sementara waktu mengurangi mobilitas ke Kota Surabaya, melalui Jembatan Suramadu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved