Breaking News:

Berita Sampang

8 Lembaga Sekolah Dasar di Sampang Dapat Bantuan Program Rehabilitasi dan Renovasi Sarpras

Jenis bantuan perbaikan yang diterima setiap lembaga sekolah berbeda-beda, tergantung kerusakan gedung yang dialami masing-masing.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Pengerjaan proyek rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana dari Kemen PUPR RI di SDN Polagan 3 Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Senin (14/6/2021). 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah lembaga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sampang, Madura mendapatkan program rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen  Delapan Lembaga Sekolah Dasar di Sampang Dapatkan Bantuan Program Rehabilitasi dan Renovasi Sarpras dari Kementerian Senilai Puluhan MiliarPUPR) Republik Indonesia (RI).

Tidak tanggung-tanggung, nominal program tersebut cukup fantastis, yakni secara akumulatif senilai puluhan miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Nor Alam mengatakan, bahwa ada sebanyak 8 Sekolah Dasar yang menerima bantuan pembangunan gedung sekolah dari Kementerian.

Diantaranya, SDN Polagan 3, SDN Astapah 2, SDN Pandan 2, SDN Banyukapah 2, SDN Madupat 3, SDN Kalangan Paraoh 1, SDN Samaran 1, dan SDN Sokobanah Tengah 4.

Adapun, jenis bantuan perbaikan yang diterima setiap lembaga sekolah berbeda-beda, tergantung kerusakan gedung yang dialami masing-masing.

"Untuk nominal bantuan yang diterima oleh setiap lembaga sekolah kami tidak tahu, namun secara keseluruhan nominal bantuan mencapai sekitar Rp. 25 miliar," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (14/6/2021).

Ia menambahkan, pengadaan dari program tersebut dilakukan secara lelang terbuka oleh kementerian dengan langsung mencantumkan secara akumulatif nilai anggarannya.

“Maka dari itu, kami tidak tahu berapa anggaran yang diterima oleh masing-masing lembaga pendidikan,” terangnya.

Lebih lanjut, Nor Alam menyampaikan, delapan lembaga sekolah sebagai penerima bantuan langsung ditentukan oleh pihak Kementerian melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang datanya di Uploade oleh masing-masing lembaga di setiap tahunnya.

“Jadi setiap sekolah menguploade kerusakan gedung masing-masing di Dapodik dan yang memilih langsung dari kementerian,” tuturnya.

Bahkan sebelumnya, dirinya sempat meminta saat mengikuti rapat di Pemprov Jatim untuk memindahkan ke lokasi lembaga pendidikan lain yang lebih membutuhkan.

Namun hal itu sia-sia lantaran penentuan lokasi penerima lembaga pendidikan di tentukan pemerintah pusat melalui Dapodik.

“Sudah kami upayakan untuk lembaga pendidikan yang lebih membutuhkan tapi tidak bisa,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved