Breaking News:

Berita Pamekasan

Penyekatan di Pamekasan Akan Berlangsung Hingga 21 Juni 2021, Pengendara Secara Acak Swab Antigen

Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, penyekatan ini sudah diberlakukan sejak Senin, 7 Juni 2021.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sejumlah pengendara saat tes swab antigen acak oleh Satgas Penanggulangan Covid-19 di pos penyekatan Terminal Barang, Jalan Raya Larangan Tokol, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (14/6/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura konsisten melakukan penyekatan terhadap kendaraan yang hendak masuk ke kabupaten setempat.

Pos penyekatan ini ditempatkan di Terminal Barang, Jalan Raya Larangan Tokol.

Kembali diberlakukannya penyekatan ini, setelah meningkatnya kasus positif Covid-19 di Pulau Madura.

Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, penyekatan ini sudah diberlakukan sejak Senin, 7 Juni 2021.

Kata dia, penyekatan ini akan berlangsung hingga Senin 21 Juni 2021.

"FRPB dan RAPI Pamekasan juga ikut bergabung dalam tim melakukan penyekatan di Terminal Barang Pamekasan," kata Budi Cahyono kepada TribunMadura.com, Senin (14/6/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Budi itu, kembali diberlakukannya penyekatan ini untuk mengantisipasi mewabahnya pandemi Covid-19 ke Pamekasan.

Mengingat, kasus positif Covid-19 di Bangkalan meningkat.

"Di pos penyekatan ini terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Dinkes, Dishub, Satpol PP, Relawan FRPB, RAPI dan BP 13.28 Pamekasan," ujar Budi.

Pria berkumis ini juga menjelaskan, setiap kendaraan yang hendak masuk ke Pamekasan akan dilakukan disinfeksi.

Sedangkan, pengemudi penumpang akan dilakukan swab antigen secara acak, utamanya warga dari luar Pamekasan.

"Personel yang diturunkan di pos penyekatan ini sebanyak TNI 3 personel, Polri 10 personel, BPBD 6 personel, Dishub 2 personel, Dinkes 3 personel, Satpol PP 2 personel, FRPB 3 personel dan RAPI 3 personel per shift," beber Budi.

Budi berharap, adanya pos penyekatan ini bisa mencegah menyebarnya penularan Covid-19 agar tidak masuk ke Pamekasan.

Sehingga, wilayah Pamekasan tetap aman dari penyebaran Covid-19.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved