Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Kasus Baru Covid-19 di Bangkalan, Kapolda Jatim: Publikasikan ke Masyarakat Langkah Satgas Covid-19

Penyatuan visi lintas sektoral melalui rapat-rapat koordinasi, visitasi ke lokasi terdampak Covid-19, pendataan, penyekatan dilakukan Pemkab Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Analisan dan Evaluasi (Anev) Penanganan Covid-19 di Jatim, khususnya di Kabupaten Bangkalan yang digelar di Makodam/V Brawijaya, Senin (14/6/2021). 

Reporter: Ahmad Faisol| Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Penyatuan visi lintas sektoral melalui rapat-rapat koordinasi, visitasi ke lokasi terdampak Covid-19, pendataan, penyekatan, analisa, evaluasi, hingga langkah-langkah mitigasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Terakhir, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Analisan dan Evaluasi (Anev) Penanganan Covid-19 di Jatim, khususnya di Kabupaten Bangkalan yang digelar di Makodam/V Brawijaya, Senin (14/6/2021).

Itu dilakukan sebagai upaya menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di empat kecamatan; Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger, dan Kecamatan di Kabupaten Bangkalan dalam dua pekan terakhir.

"Publikasikan ke masyarakat setiap langkah yang dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 dalam menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan,” ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta, seperti dirilis Humas Polres Bangkalan, Selasa (15/6/2021).

Rakor Anev Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan itu juga dipimpin Panglima Kodam/V Brawijaya, Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Suharyanto dan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono.

Turut hadir dalam rakor, Kasdam V/Brawijaya, Danrem 084 Bhaskara Jaya, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kadinkes Provinsi Jatim, Kepala  Kesbangpol Provinsi Jatim, Plt Kalaksa BPBD Jatim, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, Dandim 0829/Bangkalan, Kapolres Tanjung Perak, Kapolres Bangkalan, serta Bupati Bangkalan.

“Apabila dalam beberapa hari ke depan angka penambahan Covid-19 masih tinggi, tingkatkan pengetatan di titik-titik penyekatan di Kabupaten Bangkalan untuk mencegah penyebaran ke daerah lain di Jatim,” tegas Nico.

Selain itu, Nico juga menekankan penerapan 5M meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi terus ditingkatkan. Termasuk pelaksanaan 3T atau testing (pemeriksaan), tracing (penelusuran kontak erat), dan treatment (perawatan) pada pasien Covid-19.

“Penutupan sementara tempat makan dan tempat ibadah di zona merah Covid-19 dan perketat pelaksanaan operasi yustisi guna percepatan memutus mata rantai penyebaran. Gandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama memberikan imbauan protokol kesehatan, bagi-bagi masker dan bantuan sosiali,” pungkas Nico.  

Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto menyampaikan, terjadi penambahan kasus baru Covid-19 di kabupaten Bangkalan sejumlah 65 orang dengan kasus aktif 539 orang yang terpusat di Kecamatan Arosbaya, Kota Bangkalan, dan Klampis.

“Pelaksanaan penyekatan di Suramadu sisi Bangkalan dan Surabaya dengan tindakan rapid test antigen merupakan salah satu upaya mengurangi meluasnya penyebaran Covid-19 ke daerah lain di Jatim,” singkat Suharyanto.

Berdasarkan data yang dihumpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat ketersediaan tempat tidur (TT) di Ruang Isolasi RSUD Syamrabu telah terpakai sejumlah  171 unit TT dan total 184 unit TT yang disiagakan. Sedangkan BOR di ICU telah terpakai  5 unit TT dari total 13 TT yang ada.

Simak artikel lain terkait Kabupaten Bangkalan, Madura, Penyebaran Covid-19

FOLLOW JUGA:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved