Breaking News:

Berita Kediri

Dapat Arisan Rp 200 Juta, Peserta Arisan Online di Kediri ini Malah Menghilang, Dilaporkan ke Polisi

Peserta arisan online di Kota Kediri dilaporkan ke polisi, menghilang setelah mendapat arisan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI
Risky Purnaningsari memperlihatkan bukti transfer kepada Wahyu Estuning Wilujeng usai melapor ke Polres Kediri Kota, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Wahyu Estuning Wilujeng (36), peserta Arisan Online Berkah Gusti Kota Kediri dilaporkan ke polisi.

Warga Kelurahan Bandarlor, Kota Kediri ini, dilaporkan ke polisi karena menghilang tanpa jejak setelah menikmati uang ratusan juta hasil arisan online

Risky Purnaningsari, Pengelola Arisan Online Berkah Gusti menjelaskan, seorang membernya yang sudah mendapatkan hasil atau sudah cair seharusnya menyelesaikan sampai selesai.

Tapi yang bersangkutan, kata dia, malah lari dari tanggung jawabnya.

"Kami sudah mencari di rumahnya tidak ada," kata Risky Purnaning seusai mendatangi Mapolres Kediri Kota, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Waspada Modus Penipuan Berkedok Sistem COD, Dua Warga Bangkalan Bawa Kabur Barang Berharga Korbannya

"Orangtuanya yang kami temui juga tidak tahu menahu masalah ini," ungkap dia.

Dijelaskannya, selaku peserta arisan online, Wahyu Estuning tidak mempunyai itikad baik dan tidak bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembayaran arisan.

"Akibat perbuatannya kami dirugikan Rp 200 juta lebih. Sudah satu minggu ini yang bersangkutan menghilang," ungkapnya.

Beberapa kali Risky Purnaning menghubungi nomor HP miliknya selalu dimatikan.

Sedangkan orangtuanya selalu bilang anaknya tidak ada di rumah.

"Kami datang ke Polres Kediri Kota untuk menyampaikan laporan. Kami sudah diarahkan untuk ke Satreskrim," jelasnya.

Diungkapkan Risky, pelaku sudah 16 kali menikmati uang hasil dari arisan online yang dikelolanya. Namun tidak mengikuti arisan sampai selesai. 

Sementara pihak keluarga Wahyu Estuning Wilujeng sendiri mengaku tidak mengetahui keberadaannya. 

Termasuk orangtuanya juga tidak tahu menahu mengenai kepesertaan arisan online yang dilakukan pelaku. 

Sementara angsuran yang mestinya dibayarkan dari 16 kepesertaan arisan online bervariasi mulai dari Rp 750.000 sampai Rp 2.500.000.(didik mashudi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved