Breaking News:

Berita Jawa Timur

Penyebab Hujan Mengguyur Wilayah Jawa Timur saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

Hujan saat musim kemarau diperkirakan masih terus turun di wilayah di Jawa Timur hingga sepekan ke depan.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Hujan lebat yang terjadi di Jalan RE Martadita, Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan akibat hujan dengan intensitas deras yang tiba-tiba menjerjang Kota Bangkalan, Senin (3/5/2021) siang 

Reporter ; Syamsul Arifin | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Beberapa wilayah di Jawa Timur masih diguyur hujan meski sudah memasuki musim kemarau.

Hujan diperkirakan masih terus turun di wilayah di Jawa Timur hingga sepekan ke depan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Surabaya, Teguh Tri Susanto mengatakan, hujan saat musim kemarau terjadi karena dipengaruhi gelombang atmosfer ekuator.

"Potensi hujan untuk saat ini di wilayah Jatim dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang MJO atau Madden Julian Oscillation," tuturnya, Kamis (17/6/2021).

Selain itu, lanjut dua, suhu permukaan laut perairan di Jatim yang cukup hangat juga masih menjadi faktor terjadinya hujan di beberapa wilayah Jawa Timur.

Baca juga: Tulungagung Diguyur Hujan, Rumah Warga Desa Penjor Tertimbun Longsor, Ada Suara Gemertak dari Tebing

"Ditambah juga suhu muka laut di perairan Jatim yang masih cukup hangat, diperkirakan potensi hujan akan masih berlangsung hingga sepekan ke depan," imbuhnya

Dari data BMKG Stasiun Klimatologi Malang, berdasarkan monitoring hujan dasarian 10 Juni, secara umum sebagian besar wilayah di Jatim sudah masuk musim kemarau.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved