Berita Surabaya

Alasan Ingin Betah Begadang, Tukang Service Ponsel ini Konsumsi Sabu Sekaligus Jadi Pengedar

Dalam dakwaan Jaksa penuntut Neldy Denny dijelaskan terdakwa menjual sabu yang dibelinya dari Yoyok kepada Moeh Ilham Febriansyah. 

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Aqwamit Torik
Freepik
Ilustrasi borgol - Tukang servis ponsel di Surabaya nekat konsumsi sabu dan edarkan sabu 

Reporter: Syamsul Arifin | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Demi bisa betah begadang membuat tukang servis ponsel ini mengonsumsi sabu.

Adalah terdakwa Alif Doni Filayati mengaku mengkonsumsi sabu karena ingin betah begadang semalam suntuk. 

Tak hanya itu, ia juga menjual sabu seberat 2 gram miliknya dari Yoyok yang kini juga diadili di tempat terpisah. 

Dalam dakwaan Jaksa penuntut Neldy Denny dijelaskan terdakwa menjual sabu yang dibelinya dari Yoyok kepada Moeh Ilham Febriansyah. 

“Sabu tersebut dijual kepada Moeh Ilham Febriansyah dengan mengambil keuntungan Rp 400 ribu. Kemudian uang tersebut dikirim melalui transfer ATM,” kata Neldy dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin, (21/6/2021). 

Baca juga: Perang Terhadap Narkoba, Polres Probolinggo Kota Tangkap Enam Pengedar Sabu

Kejadian bermula pada 20 Januari 2021 di Dusun Urang Agung RT 19 RW 07, Sidoarjo terdakwa ditangkap petugas kepolisian Polrestabes Surabaya

Kemudian Jaksa menghadirkan saksi penangkap Sutrisno di pengadilan.

Menurut kesaksian Sutrisno, terdakwa Alif saat itu diamankan bersama Yoyok di dalam kamar terdakwa.

Di dalam kamar terdakwa, pihaknya menemukan sisa pemakaian sabu serta alat hisapnya. 

“Kami geledah kamarnya ditemukan tiga kantong plastik berisi sisa sabu dengan masing-masing berat 0,25 gram, 0,26 gram dan 0,24 gram. Selain itu ada empat buah sedotan plastik, satu buah tutup botol dan satu lembar bukti transfer BCA,” jelas Sutrisno kepada hakim.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, hakim Martin menekankan kembali kepada terdakwa soal keterangan saksi penangkap. 

“Bagaimana keteranganya? Benar? Dan untuk apa kok anda nyabu,” tanya Martin. 

Terdakwa di ruang sidang menjawab melalui dari, kalau dirinya mengaku tidak bisa bekerja kalau tidak mengkonsumsi sabu.

Menurutnya, setiap kali nyabu, terdakwa merasa tahan begadang semalam suntuk. 

“Saya kan buka servis hp di rumah pak. Kalau nggak nyabu, nggak bisa melek saya. Soal keterangan itu benar pak hakim,” kata terdakwa Alif. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved