Atap Bangunan SDN 1 Babadan Ambruk

Dinas Pendidikan Ponorogo Siapkan Anggaran Rehabilitasi SDN 1 Babadan Ponorogo yang Atapnya Ambruk

Menurut Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Ponorogo, Imam Muslihin, anggaran tersebut sudah masuk untuk tahun 2021 sebesar Rp 380 juta.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kepala Desa Babadan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa meninjau atap bangunan SDN 1 Babadan Ponorogo ambruk, Senin (21/6/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo telah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi SDN 1 Babadan, Kecamatan Babadan.

Menurut Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Ponorogo, Imam Muslihin, anggaran tersebut sudah masuk untuk tahun 2021 sebesar Rp 380 juta.

"Perencanaannya sudah jadi, tinggal pelaksanaan saja," kata Imam, Senin (21/6/2021).

Imam mengatakan dana Rp 380 juta itu memang dikhususkan rehabilitasi tiga ruangan yang roboh tersebut.

"Minggu depan mulai lelang. Kalau lancar 18 hari, lalu bulan akhir bulan Juli bisa direhab," tambahnya.

Ruangan tersebut memang sudah rusak lebih dari tiga tahun, bahkan pada tahun 2018 sudah ada tiang bambu untuk menyangga atap dan plafon.

"Sudah mau rehabilitasi tapi ternyata sudah tidak sabar (ambruk terlebih dahulu)," terangnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Seusai Hujan Deras, Atap Bangunan SDN 1 Babadan Ponorogo Ambruk

Untuk langkah awal, Dinas Pendidikan Ponorogo mulai mengamankan barang yang ada di bawah reruntuhan. 

"Ini kita bersihkan. Barang yang di bawah dibawa ke tempat yang lebih aman biar tidak kehujanan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, atap bangunan SDN 1 Babadan, Kecamatan Babadan, Ponorogo roboh.

Dari pantauan TribunJatim.com ( TribunMadura.com network ), setidaknya ada tiga ruangan SDN 1 Babadan yang atapnya ambruk.

Tiga ruangan tersebut adalah ruang kepala sekolah, ruang kantor atau guru, dan ruang kelas III.

Kepala Sekolah SDN 1 Babadan, Utami mengatakan bangunan tersebut roboh pada Sabtu (19/6/2021) malam.

"Awalnya sore itu hujan, lalu ada bagian tembok yang retak dan jatuh," kata Utami, Senin (21/6/2021).

Malam harinya, hujan deras kembali turun hingga menyebabkan atap tiga ruangan tersebut roboh. 

"Memang sudah mulai lapuk dan plafonnya ada yang mau jatuh," lanjutnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun warga sekolah yang tertimpa robohan atap tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved