Pos Penyekatan Suramadu Dibubarkan

Pos Penyekatan Suramadu Sisi Bangkalan Dibubarkan, Pemotor Semringah Lambaikan Tangan ke Arah PKL

Pos Penyekatan Suramadu sisi Bangkalan dibubarkan. Para pemotor semringah lambaikan tangan ke arah PKL saat hendak melintas di Jembatan Suramadu.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
PKL Suramadu sisi Bangkalan, Sa’adah tengah membersihkan pekarangan depan warungnya, Rabu (23/6/2021). Sebelum pos penyekatan dibubarkan, kawasan sekitar warung tersebut selalu ramai petugas dan masyarakat yang terngah menunggu gilaran pemeriksaan rapid antigen. 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan soal pos penyekatan di Jembatan Suramadu resmi dibubarkan di kedua sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya.

Pantauan TribunMadura.com, pos penyekatan Jembatan Suramadu telah dibubarkan pada hari ini, Rabu (23/6/2021).

Pembongkaran tenda dilakukan mulai pukul 00.45 WIB, seperti yang diperintahkan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alirano melalui Kabag Ops Kompol I Made Widyana.

Kebijakan pembubaran pos penyekatan disambut dengan senyum semringah para pemotor yang hendak melintasi Jembatan Suramadu.

Beberapa pemotor di antaranya masih sempat melambaikan tangan ke arah pedagang kaki lima, Sa’adah (40), warga Desa Sekar Ungu, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Namun beberapa pengedara roda dua dan roda empat masih berhenti di depan warung ibu dengan tiga anak itu, menanyakan kepastian pembongkaran pos penyekatan yang di sisi Surabaya.

“Saat ada penyekatan, banyak orang menunggu antrean di warung saya. Tadi yang lewat melambaikan tangan itu, setiap hari ke Surabaya dan menunggu antrean pemeriksaan di sini,” ungkap Sa’adah kepada TribunMadura.com.

Ia mengaku turut senang dengan ditiadakannya pos penyekatan dan pemeriksaan rapid antigen. Menurutnya, mayoritas masyarakat Madura lebih takut tidak makan daripada takut kepada Covid-19.

Sa’adah megatakan, larut dalam perasaan iba ketika melihat satu keluarga menangis karena salah seorang anggota keluarganya dinyatakan reaktif rapid test antigen di pos penyekatan, tidak jauh dari tempatnya berjualan.  

“Kasihan juga keponakan saya, saudara-saudara lain yang kerja di Surabaya. Mereka terpaksa berangkat dini hari dan pulang dini hari juga untuk menghindari penyekatan,” pungkasnya.

Pos penyekatan di pintu Jembatan Suramadu sisi Bangkalan berlangsung sekitar satu pekan terakhir. Sebelumnya, pos penyekatan sekaigus rapid test antigen di pusatkan di sebuah ruko di Desa Petapan, Kecamatan Labang mulai hari Minggu (6/6/2021).

Pengendara sepeda motor, Agus Sugianto (30), warga Desa Sekar Ungu, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan mengatakan, adanya penyekatan membuat dirinya lebih tenang sebagai upaya pemeriksaan dini terhadap paparan Covid-19.

Hal itu dikarenakan, di rumah Agus masih ada kedua orang tuanya yang sudah menapaki usia senja dan rentan terhadap paparan Corona. Ia rela setiap dua kali sehari dilakukan pemeriksaan rapid antige.

Tadi malam terakhir di-rapid di sisi Surabaya juga dalam perjalanan pulang, masa berlaku habis. Cuma dalam penyekatan, memang ada yang dihentikan ada yang tidah. Itulah mengapa masyarakat merasa tidak adil,” pungkas pemuda yang bekerja di kawasan Gubeng, Surabaya itu. 

Simak artikel lain terkait Kabupaten Bangkalan, Madura, Kota Surabaya

FOLLOW JUGA:

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved