Breaking News:

Berita Sampang

Ancaman Sanksi Menanti Tempat Pelayanan Kesehatan di Sampang Jika Buang Limbah Medis Sembarangan

Limbah medis meningkat di Sampang jadi perhatian khusus Dinas Lingkungan Hidup Sampang, ada sanksi yang menanti jika buang sampah medis sembarangan

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Senin (25/5/2020) 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Perhatian khusus Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait meningkatnya Covid-19 di Sampang, Kamis (24/6/2021).

Sebab, di tengah meningkatnya Covid-19, jumlah limbah medis juga semakin meningkat.

Sehingga, DLH Kabupaten Sampang menegaskan agar limbah hasil penangan Pasien Covid-19 tidak dibuang di sembarang tempat lantaran beracun dan berbahaya.

Kepala DLH Sampang, Faisol Ansori mengatakan, bahwa semakin melonjaknya penyebaran Covid-19 di Kota Bahari tentunya akan membuat limbah medis juga akan meningkat.

Sehingga, guna mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan pihaknya menegaskan kepada semua pihak.

Terutama tempat pelayanan kesehatan agar mengikuti aturan-aturan yang berlaku terkait penanganan limbah medis.

"Kami harapkan seluruh Puskesmas serta Rumah Sakit di Sampang memperhatikan peraturan penanganan limbah medis," ujarnya.

Menurutnya, limbah dari aktifitas penanganan Covid-19 termasuk dalam kategori limbah klinis yang memiliki karakteristik infeksius (A337-1) dan terkategori dalam limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus.

"Kategori B3 artinya bahan berbahaya dan beracun, sedangkan sesuai dengan Pasal 59 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja bahwasanya setiap orang yang menghasilkan Limbah B3 diwajibkan untuk melakukan pengelolaan," ujarnya.

Kemudian pada Pasal 69 ayat 1 pada poin F disebutkan bahwa setiap orang dilarang membuang B3 maupun Limbah B3 ke media lingkungan hidup, atau sembarang tempat.

Maka dari itu, pihaknya berharap semua limbah penanganan Covid-19 tidak ada yang dibuang ke media lingkungan namun dikelola dengan ketentuan aturan yang berlaku karena limbah tersebut berbahaya dan beracun.

Disisi lain, Faisol Ansori meminta agar segala pihak untuk saling menjaga dan melaporkan bilanhak tersebut ditemukan di tempat pelayanan kesehatan di Sampang.

"Apabila ditemukan pembuangan limbah medis tidak sesuai prosedur, DLH akan bersikap tegas dengan sanksi yang telah ada dalam aturan dampak lingkungan terkait limbah medis," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved