Virus Corona di Lumajang

Kabupaten Lumajang Zona Oranye Covid-19, Klaster Keluarga Mendominasi, Kendornya Prokes Jadi Sorotan

Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang ini menjadikan status kewaspadaan Kota Pisang naik menjadi zona oranye.

Pemprov Jatim
Peta zonasi Covid-19 Jawa Timur, Rabu (23/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang terus melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Lumajang ini menjadikan status kewaspadaan Kota Pisang naik menjadi zona oranye.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lumajang, peningkatan kasus Covid-19 terjadi sejak sepekan terakhir.

Bahkanm lima hari lalu, ada 30 konfirm baru dalam sehari.

Sedangkan pada Kamis (24/6) hari ini, ada 13 pasien baru di Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Kabupaten Ponorogo Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkab Perketat PPKM Mikro di Bumi Reog

"Jadi memang perkiraan para ahli kan begitu dua minggu setelah lebaran kasus meningkat," ungkap dr Bayu Wibowo Ignasius, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lumajang.

"Dan ini terbukti setelah pengetatan sudah mulai longgar mobilitas naik sudah banyak konfirm baru," kata dia.

Dari hasil penelusuran penambahan pasien ini berasal dari klaster keluarga.

Kemunculan klaster keluarga ini diduga karena kendornya protokol kesehatan di lingkup keluarga. Terutama saat berinteraksi. Sehingga potensi penularan terjadi.

"Jadi kalau ada salah satu anggota keluarga yang sakit yang lain punya risiko tertular. Mangkannya semua harus hati," ujarnya.

Baca juga: Susul Bangkalan, Ponorogo dan Ngawi Masuk Zona Merah Covid-19 di Jawa Timur Mulai Hari ini

dr Bayu juga menambahkan, penyebab lain tingginya angka penularan juga karena contact tracing yang masif dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Lumajang.

“Jadi saat ada yang positif kontak erat, kami tes, makanya kasus akan terus bertambah,” imbuhnya.

Beringinan adanya peningkatan kasus yang didominasi dari klaster keluarga, untungnya pemerintah setempat sudah menyediakan tempat isolasi di Gedung BKD.

Tempat tersebut diperuntukan bagi warga yang tidak memungkinkan untuk menjalani isolasi di rumah.

"Jadi misal ada salah satu anggota terpapar tidak semua diisolasi di BKD," tutur dia.

"Kalau kondisi rumahnya layak ya cukup di dalam kamar saja. Tapi kalau tidak, ya BKD bisa jadi solusi untuk isolasi," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved