Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Turunkan Tingkat Hunian Pasien Covid-19, Pemprov Jatim Tambah 1.300 Bed di Seluruh Rumah Sakit

Pemprov Jatim menambah sebanyak 1.300 bed perawatan Covid-19 di seluruh rumah sakit di Jawa Timur untuk menurunkan tingkat hunian pasien Covid-19.

TribunMadura.com/Rifky Edfgar
Ilustrasi - Peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Timur dalam tiga pekan terakhir membuat Pemprov Jawa Timur menggalakkan penambahan bed di sejumlah rumah sakit layanan pasien Covid-19.  

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Peningkatan kasus Covid-19 di Jawa Timur dalam tiga pekan terakhir membuat Pemprov Jawa Timur menggalakkan penambahan bed di sejumlah rumah sakit layanan pasien Covid-19. 

Berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, sejak 1 Juni 2021 hingga 23 Juni 2023, setidaknya sudah ada penambahan sebanyak 1.300 bed perawatan Covid-19 di seluruh rumah sakit di Jawa Timur

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur, Makhyan Jibril Al Faraby, Kamis (24/6/2021).

Ia menyampaikan, penambahan bed terus dilakukan untuk menurunkan tingkat hunian pasien Covid-19 atau Bed Occupancy Ratio (BOR).

"Per hari ini BOR rumah sakit perawatan Covid-19 di Jatim adalah 76 persen untuk ruang isolasi biasa. Dan untuk ruang ICU BOR-nya 74 persen. Memang tidak tinggi, namun memang di beberapa daerah ada peningkatan BOR yang signifikan," kata Jibril. 

Seperti di rumah sakit yang saat ini masuk zona merah. Yaitu Kabupaten Bangkalan, BOR untuk ICU 60 persen dan untuk BOR isolasi biasa 85 persen. Sedangkan untuk Kabupaten Ponorogo, BOR perawatan isolasi biasa sudah masuk di angka 96 persen, dan untuk BOR ruang ICU juga sudah tinggi di angka 82 persen. 

Sedangkan untuk Kabupaten Ngawi, BOR isolasi biasanya adalah 82 persen, sedangkan BOR ruang ICU-nya 60 persen. Selain itu yang juga mengalami peningkatan adalah BOR ruang ICU di Surabaya mencapai 60 persen, dan BOR isolasi biasa mencapai 92 persen. 

Dikatakan Jibril, dalam tiga pekan ini, khususnya setelah dampak libur Lebaran Idul Fitri, memang terdapat lonjakan drastis untuk tingkat hunian pasien Covid-19 di rumah sakit-rumah sakit rujukan. 

"Bagaimana tidak, kalau kita flashback saat Lebaran itu BOR ICU di Jatim hanya 26 persen. Kemudian melonjak pesat saat ini menjadi 74 persen. Ini adalah dampak nyata yang terlihat," kata Jibril. 

Guna mengatasi lonjakan tingkat hunian rumah sakit rujukan, Pemprov Jatim melalui Satgas Covid-19 terus menambah bed di rumah sakit yang memberi layanan perawatan Covid-19. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved