Virus Corona di Bangkalan

Bangkalan Zona Merah Covid-19, Pendaftaran Ulang Siswa Baru SMAN 2 Dibagi Menjadi Tiga Gelombang

Status darurat Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tidak serta merta menunda jadwal tahapan penerimaan siswa baru tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Panitia penerimaan peserta didik baru SMA Negeri 2 Kabupaten Bangkalan memberlakukan penerapan protokol kesehatan kepada setiap wali dan siswa baru dalam pelaksanaan tahapan daftar ulang, Jumat (25/6/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Status darurat Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tidak serta merta menunda jadwal tahapan penerimaan siswa baru tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Registerasi peserta didik baru pun dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, bahkan SMA Negeri 2 membagi tahapan itu menjadi tiga gelombang.

Wakil Kepala SMA Negeri 2 Bangkalan, R Yudhistira Ria mengungkapkan, pengawasan terkait pengetatan protokol kesehatan diberlakukan mengingat saat ini Kota Bangkalan berstatus zona merah Covid-19.

‘Total peserta didik baru kami sejumlah 402 siswa. Untuk menghindari penumpukan dan menghindari terciptanya klaster baru, kegiatan daftar ulang kami bagi menjadi tiga tahapan. Setiap tahapan kami batasi sejumlah 113 siswa,” ungkapnya kepada Surya.co.id, Jumat (25/6/2021).

Selain itu, lanjut Yudhis, pelaksanaan pemberkasan dalam tahapan registerasi siswa didik baru, pihak panitia yang berjumlah 20 orang diberikan batas waktu dalam memberikan palayanan terhadap satu siswa baru maksimal selama 10 menit.

“Namun bagaimnapun itu, kami tetap mengacu kepada kebijakan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Seperti halnya tidak menggelar pembelajaran tatap muka. Bahkan dalam tahapan masa pengenalan siswa baru, kami laksanakan dengan sistem daring melalui zoom ataupun dengan apilkasi WA (WhatsApp),” tandas Yudhis. 

Ia menambahkan, SMA Negeri 2 Kabupaten Bangkalan telah menggandeng pihak ketiga untuk kepentingan ujian IQ. Hal itu dilakukan sebagai upaya menggali kapasitas siswa baru berdasarkan kemampaunnya.

“Jadi kami tidak memaksakan siswa dengan IQ IPS untuk masuk ke kelas IPA,” pungkasnya.

FOLLOW JUGA:
 
 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved