Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Blusukan ke Wilayah Zona Merah Surabaya, Temukan 1 Keluarga Positif Covid-19

Eri Cahyadi terjun langsung di sejumlah zona merah Surabaya. Cak Eri memimpin jalannya tracing hingga vaksinasi di beberapa RT yang masuk zona merah.

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Bobby Koloway
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkeliling ke sejumlah kampung di Surabaya, Senin (28/6/2021). Di antaranya, di salah satu RW di Kampung Simo Sidomulyo Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan. 
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terjun langsung di sejumlah zona merah Surabaya, Senin (28/6/2021). Cak Eri memimpin jalannya tracing hingga vaksinasi di beberapa RT yang masuk zona merah. 
Di antaranya, di salah satu RW di Kampung Simo Sidomulyo Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan.
Di tempat ini ada satu keluarga yang terdiri dari 5 orang anggota terkonfirmasi positif Covid-19. 
Ia berkeliling bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir dan beberapa kepala perangkat daerah. Menindaklanjuti temuan klaster keluarga, Cak Eri meminta kelurahan untuk mengisolasi warga di satu RT tersebut. 
"Sembilan orang positif berdasarkan swab antigen sehingga harus swab PCR. Usai swab PCR, ada satu keluarga yang terdiri dari lima orang positif Covid-19, sedangkan 4 orang lainnya sedang menunggu hasil," kata Cak Eri kepada wartawan ditemui usai blusukan. 
Apabila ditemukan kasus positif lebih dari 2 orang dalam satu RT, maka langkah tracing dilakukan. Ini untuk menentukan langkah berikutnya. 
"Kami menyampaikan, kalau dalam satu RT itu ada yang kena 3 atau 5 harus langsung ditutup. Semua di-swab," kata Cak Eri. 
Apabila dinyatakan positif, maka warga tersebut harus menjalani isolasi mandiri. "Yang positif, di Isolasi. Yang negatif divaksin," kata Cak Eri. 
Bagi warga yang terindikasi positif dengan gejala maka akan dirawat di RS maupun Asrama Haji. Namun, apabila tidak ada gejala bisa dilakukan secara mandiri. 
"Yang positif, harus isolasi. Warga lainnya harus tahu. 
Ini bukan aib. Ini penyakit dan musibah. Yang kena, harus menyadari," kata Cak Eri.  
Pihaknya meminta warga untuk proaktif melapor setiap menemukan kasus. Bisa melapor ke RT atau kelurahan. 
Swab massal ini juga dinilai efektif untuk mengantisipasi penularan. Sebab, warga yang positif harus melakukan isolasi sehingga tak menulari warga yang lain. 
Sehingga, positif Covid-19 bisa dideteksi. Hingga saat ini, sudah ada 1.060 orang terindikasi positif Covid-19. 
"Kami swab massal. Kami masif, kena semua. Kalau nggak swab, masa kita tahu itu ada positif. Dari puluhan ribu yang kami swab, seribu yang positif," katanya. 
Usai tracing dilakukan, vaksin dijalankan. "Vaksin kami prioritaskan kepada warga yang negatif di RT yang masuk zona merah," katanya. 
Memaksimalkan hal tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan forkopimda. Termasuk, pihak kepolisian. 
Gerakan ini rencananya juga akan berjalan di jalan hingga tempat usaha. "Saat ini, kami masif ke kampung
Selanjutnya ke jalan raya hingga tempat usaha, itu juga ada pergerakan," katanya. 
Pada intinya, pihaknya mewanti masyarakat untuk mengantisipasi cluster penularan di keluarga. "Bayangkan kalau kena anak istri. Jangan sampai ada penyesalan. Ayo kita Jaga Surabaya," katanya.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved