Virus Corona di Bangkalan

Tiga Kecamatan di Bangkalan Terbebas dari Kubangan Zona Merah, Warga Isolasi Mandiri Jadi Perhatian

Kecamatan Geger dan Tragah bersama Kecamatan Sepulu dan Burneh masih bertahan dalam kubangan zona merah. Warga isolasi mandiri jadi perhatian bersama.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Terbebasnya Kecamatan Arosbaya dari kubangan zona merah tidak membuat Tim Satgas Penanganan Covid-19 mengendurkan sosialiasi penerapan disiplin protokol kesehatan, operasi yustisi di ruas jalan dan pasar, hingga penyemprotan cairan disinfektan di perkampungan padat rumah warga. 

Bahkan ia bergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Arosbaya.  

Menurut Anang, kegiatan penelusuran (tracing) yang dilakukan Satgas Penangan Covid-19 hingga ke rumah-rumah warga menuai hasil. Kendati dalam pelaksanaan tracing mendapat penolakan dari sejumlah warga karena diawali dengan minimnya sosialisasi.

Saat ini, lanjutnya, semua masyarakat di Kecamatan Arosbaya sudah paham akan pentingnya memakai masker bahkan di kawedanan sendiri, kegiatan vaksinasi, rapid test antigen, hingga swab PCR secara gratis setiap hari ada di puskesmas.

“Masyarakat mulai sadar setelah sosialisasi terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Camat Klampis, Abdul Malik. Kembali Kecamatan Kampis ke zona orange tidak lepas dari meningkatnya peran serta masyarakat yang turut penduli akan pentingnya pemeriksaan sejak dini melalui rapid test antigen, swab PCR, hingga vaksinasi.

“Masyarakat mulai berdatangan ketika melihat para tetangga sudah mulai berani di-rapid, swab PCR, hingga vaksin. Mereka mulai sadar bahwa pemeriksaan sejak dini adalah menguntungkan, keluarga di rumah tidak menjadi korban,” ungkap Malik kepada Surya.

Ia memaklumi pada awalnya ketakutan masyarakat dikarenakan terbawa isu-isu hoaks yang disebar di media sosial tentang Covid-19, pencegahan, hingga penangannya. Namun perlahan, pemahaman mayoritas masyarakat mulai bergeser.

Bahkan ketika beberapa warga dinyatakan reaktif rapid test antigen dan memilih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, lanjut Malik, beberapa warga turut aktif memantau bersama kepala desa, babhinsa (TNI), dan babhinkamtibmas (Polri) yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Desa.

“Kepala desa yang paling dekat dengan warga, menanyakan kebutuhan-kebutuhan warganya yang tengah isolasi mandiri. Selain dipenuhi kebutuhan makanan, ada juga bantuan vitamin dari dinas kesehatan,” papar Malik.

Ia memaparkan, saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 jumlah positif terkonfirmasi di Kecamatan Klampis nyaris menyentuh angka 200 orang. Saat ini menyisakan sejumlah 108 orang, 37 orang di antaranya melakukan isolasi mandiri di rumah dan sisanya berada di gedung-gedung isolasi separti Balai Diklat di Kota Bangkalan dan di rumah sakit.

“Berkurang dan terus berkurang. Sebelumya, mobilitas mobil ambulan melintas di depan kantor kecamatan sangat tinggi. Kalau ke barat (ke Kota Bangkalan), itu berarti mengirim pasein ke rumah sakit. Kalau kembali ke timur, itu berarti gagal (meninggal dunia),” pungkasnya.

Bupati Bangkalan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, Polres berseta Kodim 0829 serta Pemkab Bangkalan sudah satu frekuensi dengan Pemerintah Pusat terkait upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Bahkan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan setiap dua hari sekali melaporkan melalui rapat koordinasi dengan Forkopimda Jawa Timur terkait apa yang sudah dilakukan dan kegiatan yang sedang dilakukan.

“Sehingga ada evaluasi di masing-masing daerah yang dianggap sebagai episentrum. Apa yang menjadi atensi Pemerintah Pusat sudah kami tindaklanjuti. Mulai dari peningkatan operasi yusitisi, penebalan dalam penarapan PPKM Mikro dan juga pemberlakuan jam malam untuk warung dan rumah makan,” ungkap Ra Latif.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved