Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Kota Surabaya Meningkat dalam Sebulan Terakhir, Mengapa?

Angka kematian akibat Covid-19 di Surabaya meningkat selama sebulan terakhir. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan. 

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Bobby Koloway
Pemkot Surabaya menyiapkan peti mati untuk pemakaman warga dengan protokol kesehatan, Sabtu (3/7/2021). 
Laporan Wartawan TribunMadura.com Network, Bobby Koloway
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Angka kematian akibat Covid-19 di Surabaya meningkat selama sebulan terakhir. Jumlahnya bahkan mencapai ratusan. 
Data hingga akhir Juni 2021, jumlahnya mencapai 490 pemakaman.
"Seluruhnya menggunakan protokol kesehatan," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. 
Pemakaman tersebut terbagi di TPU Babad Jerawat maupun TPU Keputih.
Apabila diakumulasi, hingga saat ini jumlah pemakaman yang menggunakan protokol kesehatan di Keputih mencapai 3.500 jenazah sedangkan di Babad Jerawat mencapai 1.600 jenazah. 
Tak hanya menyiapkan lahan, Pemkot Surabaya bahkan sampai ikut menyiapkan peti jenazah untuk pemakaman secara prokes. Ini sebagai opsi terburuk apabila ada lonjakan kematian akibat Covid-19 di Kota Pahlawan sekaligus demi mencegah penyebaran Covid-19. 
Pemkot Surabaya turut mendirikan tenda yang menjadi tempat pembuatan peti mati. Lokasinya, berada di depan kantor Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT). 
Sebanyak 150 Satgas pun bekerja cepat dan tepat untuk membuat peti mati. Satgas pembuat peti mati ini juga dikoordinasikan dengan petugas pemulasaran jenazah yang juga disiapkan Pemkot. 
"Peti yang sudah selesai dibuat langsung dibawa ke TPU Keputih. Karena di sana juga menjadi tempat pemulasaran jenazah,” kata dia.
Sekalipun demikian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berdoa agar peti ini tidak dipakai. Cak Eri tidak ingin ada korban lagi akibat Covid-19.
“Saya tetap berharap peti ini tidak ada yang terpakai nanti. Sebaliknya, saya berharap tambah kurang, tambah kurang korban Covid-19 di Surabaya,” tegasnya, Sabtu (3/7/2021).
Kuncinya ada penerapan protokol kesehatan. Masyarakat harus patuh dalam melaksanakan kebijakan pencegahan Covid-19. Bukan hanya untuk warga bersangkutan, namun juga demi keluarga hingga orang lain.
"Ayo kita selamatkan anak, istri dan cucu kita, selamatkan keluarga kita dengan terus menjaga prokes," katanya. 
"Jika kita sayang pada keluarga, tentu kita harus menjaga prokes, mari kita bersama-sama dan bergotong-royong melawan Covid-19,” katanya. 
Pemkot Surabaya memastikan menyiapkan kebijakan yang mengantisipasi sejumlah kemungkinan. Mulai dari pencegahan dengan mengefektifkan 3T yakni tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment). 
Bagi yang terkonfirmasi positif juga akan langsung dirawat. Apabila tanpa gejala, bisa melakukan isolasi mandiri dan pemkot akan memberikan bantuan sembako apabila dibutuhkan yang bersangkutan. 
Pun apabila ada yang meninggal dengan indikasi positif Covid-19, pemkot juga tak lepas tangan. Perawatan hingga pemakaman akan dibantu. 
“Pemkot memang membuat sendiri peti matinya, sehingga nanti ketika ada yang dikirim untuk pemulasaran di Keputih, terus kita mandikan dan masukkan dalam petinya, lalu kita makamkan," katanya. 
"Jadi, inilah yang kita lakukan. Apapun akan saya lakukan untuk warga Surabaya,” kata Wali Kota Eri.
Pembuatannya digarap oleh sejumlah gabungan Satgas. Di antaranya, Satgas Dinas PU Bina Marga dan Pematusan dan juga Satgas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR).
Simak artikel lain terkait Kota Surabaya, PPKM Darurat, Polda Jatim
FOLLOW JUGA:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved