PPKM Darurat di Tulungagung

Izin Hajatan Direvisi, Tamu Dibatasi 30 Orang selama PPKM Darurat, Simak Penjelasan Satgas Covid-19

Izin hajatan selama penerapan PPKM Darurat di Kabupaten Tulungagung direvisi, ada pembatasan tamu.

TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Pemohon izin hajatan di Posko Satgas Percepatan Penanggulangan Covid1-9 Tulungagung. 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung melakukan evaluasi izin hajatan selama penerapan PPKM Darurat di Kabupaten Tulungagung.

Seluruh izin hajatan di Kabupaten Tulungagung yang telanjur diberikan diberi pembatasan, hanya 30 tamu saja.

"Revisi ini menyesuaikan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang PPKM Darurat," terang Anggota Satgas Pengendali Operasional Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Dedi Eka Purnama.

Sebelumnya, izin hajatan di Kabupaten Tulungagung berlaku 50 orang per acara.

Jika tamu yang diundang lebih dari 50, maka harus dibuat bergilir.

Izin baru tetap akan dikeluarkan dengan ketentuan tetap 30 tamu.

Baca juga: Hari Kedua PPKM Darurat di Malang, 16 Kendaraan Diputar Balik di Exit Tol Madyopuro, Ini Sebabnya

"Tidak ada pelarangan hajatan. Izin diberikan dengan pembatasan," sambung Dedi.

Saat ini setiap hari Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung menerima 50 permohonan izin hajatan.

Jumlah ini diyakini akan semakin banyak jika sudah mendekati bulan Besar atau Idul Adha.

"Sekarang masih bulan selo, hajatan masih jarang. Menjelang Bulan Besar pasti akan meningkat," ujar Dedi.

Perubahan aturan hajatan ini membuat masyarakat kebingungan.

Sebab sebelumnya undangan terlanjur sudah disebar.

Selama ini hajatan sudah cukup semarak, komunitas "sor terop" pun kembali menggeliat.

Namun dengan pembatasan ini, dipastikan para seniman dan persewaan alat pesta kembali terpukul. (David Yohanes)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved